Yogyakarta, 070814
Jemari-jemari ini kembali ingin berlarian mengejar rasa yang
sempat pergi. Bagaimanapun caranya semua yang ada dalam benak ini harus
senantiasa terjaga, pun dengan rindu yang takkan ada habisnya ini. Tak semua
mengalami rasa yang semu ini namun ku hanya ingin menikmati betapa beruntungnya
aku dikaruniai keluarga lebih olehNya. Keyakinan dalam diri bahwa rasa ingin
memiliki itu sangat tinggi menjadikan iri banyak orang untuk tak lagi berdiri
sendiri.
Ntahlah betapa bahagianya aku hidup dengan orang-orang hebat
disekelilingku. Kadang ku tak mampu mendeskripsikan rasa ini saat aku dibatasi
jarak dengan mereka yang istimewa, namun disinilah aku belajar bagaimana aku
menghargai segalanya. Semoga rasa cinta ini senantiasa terjaga karenaNya karena
Dia yang akan menguatkan ikatan hati ini. Betapa tak mungkin kita dapat
menyatukan hati puluhan jiwa yang ada dalam lingkaran ini, namun lagi-lagi
keagunganNya mematahkan logika-logika yang tak pantas untuk dimengerti.
Keberangkatanku kali ini seakan meninggalkan banyak duka untuk
diriku sendiri, ntah bagaimana ada rasa yang tak biasa dengan atmosfer
tasik-ciamis untuk kepulangan kali ini. Mungkinkah efek intensitas bersama
adik-adik yang kece ataukah mungkin karena akan hadirnya anggota keluarga baru
di istana kecil disana ataukah kemungkina-kemungkinan lain yang memang itu
jelas dariNya. Entahlah aku hanya bisa bersyukur dengan kebahagiaan ini dan
bersabar atas rasa yang memang harus dikondisikan agar tak mengganngu prosesku
selama belajar disini.
siapa yang akan dan harus bertanggung jawab atas hati yang tak
bisa menyapa dalam sepi, karena setiap jiwa memiliki mata air tersendiri. Tiada
guna jika kita mengemis kasih pada manusia yang tak mengerti tentang rasa
karena semua bersumber dariNya.
Maha segalanya Dia yang menjadikan hati-hati ini tetap terjaga
dalam setiap rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar