Ingin aku menuliskan seluruh
kisah klasik yang telah lama terlalui dengan begitu saja. Tanpa sebuah
kesia-siaan yang berlebih. Meski aku hanya mampu menyambung, memotong,
mengalihkan, tanpa bisa menciptakan sebuah kata apapun untuk dunia ini.
Jika mulai aku mendungu maka
segeralah bangunkan dari dari segenap lamunan rindu, karena aku disini hanya
mencoba meratap untuk terus menikmati cinta yang sedang berkeliaran. Maka
ijinkanlah aku terus seperti ini.
Kepada siapapun, tolong ingatkan
aku bahwa aku adalah seorang penulis jalanan yang kesehariannya menceritakan
kisah jalanan yang tiada kesan bagi kebanyakan orang.
Untuk siapapun yang berkenan,
maka ajari aku tentang bagaimana menuliskan kisah hidup ini. Agar aku tidak
terlalu jauh dari kisah yang telah kutuliskan sendiri.
Kadang, sejenak aku ingin selalu
memejamkan mata tanpa sepatah kata pun. Bukan karena apapun, namun ada rasa
takut untuk membuka lagi cerita yang membekas luka.
Mungkin aku hanya pecundang dalam
cerita ini, namun aku minta tolong. Tolong biarkan aku tetap hadir dalam
rangkaian kisah ini meski dalam kondisi bagaimanapun.
Aku tak ingin pergi begitu saja,
aku ingin tetap berada dalam catatan kisah ini. Catatan jalanan yang
kutuliskan.
Jaga aku, dan ijinkan aku
menjagamu meski hanya lewat catatan jalanan yang berceceran.
Tolong ingatkan aku, agar aku tak lupa bagaimana cara menulis.
pun kau, yang ada dalam catatanku.