Label

Jumat, 28 April 2017

Tolong aku



Ingin aku menuliskan seluruh kisah klasik yang telah lama terlalui dengan begitu saja. Tanpa sebuah kesia-siaan yang berlebih. Meski aku hanya mampu menyambung, memotong, mengalihkan, tanpa bisa menciptakan sebuah kata apapun untuk dunia ini.
Jika mulai aku mendungu maka segeralah bangunkan dari dari segenap lamunan rindu, karena aku disini hanya mencoba meratap untuk terus menikmati cinta yang sedang berkeliaran. Maka ijinkanlah aku terus seperti ini.
Kepada siapapun, tolong ingatkan aku bahwa aku adalah seorang penulis jalanan yang kesehariannya menceritakan kisah jalanan yang tiada kesan bagi kebanyakan orang.
Untuk siapapun yang berkenan, maka ajari aku tentang bagaimana menuliskan kisah hidup ini. Agar aku tidak terlalu jauh dari kisah yang telah kutuliskan sendiri.
Kadang, sejenak aku ingin selalu memejamkan mata tanpa sepatah kata pun. Bukan karena apapun, namun ada rasa takut untuk membuka lagi cerita yang membekas luka.
Mungkin aku hanya pecundang dalam cerita ini, namun aku minta tolong. Tolong biarkan aku tetap hadir dalam rangkaian kisah ini meski dalam kondisi bagaimanapun.
Aku tak ingin pergi begitu saja, aku ingin tetap berada dalam catatan kisah ini. Catatan jalanan yang kutuliskan.
Jaga aku, dan ijinkan aku menjagamu meski hanya lewat catatan jalanan yang berceceran.
Tolong ingatkan aku, agar aku tak lupa bagaimana cara menulis.
pun kau, yang ada dalam catatanku.

Senin, 03 April 2017

Menjadi Sebab



Kisah fiktif ini akan semakin menarik menyeruak ke ruang alam yang makin dalam..

Karena menjadi sebab adalah yang sesungguhnya
Kau sudah memahami sampai sejauh ini, jangan biarkan aku menjadi sebab kepergianmu. Karena menjadi sebab adalah mencari kesungguhan. Aku ingin menjumpaimu dalam kedamaian, mengenalkanmu pada ceritaku yang makin hari tampak makin tak karuan. Sampai kapan kau akan bersembunyi dibalik diam sedang aku mengetuk pintu yang tertutup rapat? Sejauh mana aku harus mencari diammu? Selama apakah kau menyembunyikan rindu?
Hai kau, aku tak ingin menjadi sebab.
Maka semembisu apapun kau, aku akan menyelami setiap rasa yang terselip. Membukakan setiap luka untuk menemui sepenggal rasa yang sempat tersemat. Sudah sejauh ini, dan aku tak mungkin meninggalkanmu dalam setengah rasa yang tertinggal. Biarkan aku menjaga rasa dalam sekelebat amarah yang seringkali kau ucap.
Ijinkan aku menyimpan rapi rindu yang kau tinggalkan dengan sejuta kepedihan.
Diammu adalah pilihan sikap terbaik yang telah kau putuskan, haruskah jejakmu menjadi pilihku jua? Seperti harus menemui halilintar dibawah matahari jika aku beriring dengan jejakmu.
Kau tetaplah jadi kau yang tak bertopeng.
Aku paham maksud kata dalam setiap diammu, aku mengerti setiap eja dalam bisu, aku hafal setiap nada dalam sendumu, aku mendengar meski kau hanya berbisik padanya bukan aku, aku mampu mengejawantahkan maksud amarahmu, namun maaf aku alpa dengan rasa.
Semoga menjadi jalanmu untuk menemui makna, tentang rindu yang semakin candu.