Label

Minggu, 26 Juni 2016

Surat Cinta dari Yunda

2:09Teruntuk kalian yang dengan takdirNyalah kita dipertemukan.
teringat akan makna kesyukuran yang senantiasa dan semestinya kita sandingkan dgn kesabaran.. sebab demikianlah iman.. demikianlah sejatinya ukhuwah dihadirkan.. sebab hidup tak melulu diisi dgn kesenangan, namun jua kepedihan akan setirnya cobaan untuk menaikkan jenjang, menaikkan kelas, menaikkan derajat kita..

Dinda...
atas sekian lama kebersamaan kita..
maafkan yunda yang blm seutuhnya mampu menghadirkan sejatinya makna ukhuwah.. belum mampu seutuhnya menyuguhkan manisnya buah keimanan untuk masing" kalian..
maafkan yunda yah...

Bilamana kalian kelak berada si syurga dan tidak menemukan yunda disana... maukah kalian mengingatku dan mencariku..
Serta meminta padaNya agar masuk syurga bersamamu..?

karena kita bersahabat.. maka kita bersama hingga akhirat..😊

Semoga di sisa usia " pertemanan" kita yang entah sampaik kapan kita berada dilingkaran yang sama..

Ada untaian do'a yang tiada pernah putusnya..

Ada buah keimanan yang manisnya bisa dinikmati bersama..

Ada cinta yang sumbernya tiada pernah terputus hingga akhirat sana...

Sebab hati kita terpaut akan makna yang sama.. cinta yang sama.. rindu yang sama.. yakni "Dia" Maha segala Maha...

Sayang kalian karena Allah 😊


  Salam Cinta yundaπŸ’•


8 Februari 2016

Jumat, 24 Juni 2016

Maafkan



Terbuai dalam sebuah alunan indah disepanjang perjalanan, hingga menjadikan diri berkelana terlalu jauh. Apa yang sedang dipijak, bahkan mungkin aku lupa. Bagaimana cara menghalau kicau, mungkin aku hanya terpana. Lantas nyiurnya menggetarkan begitu saja, menggiring indah sebuah kalimah rendah. Apa yang ingin kau hiraukan saat semua tak kau sentuh? Bagaimana jiwa meratap lemah, jika kita mampu bergandengan bersama menuju hal yang ingin kita kehendaki. Namun sampai saat ini aku masih menanti, kemana air itu tumpah. Aku sudah menemukan satu muara, dan milikmu? Masihkah membeku? Atau botol-botol itu yang menjadikan airmu membeku seketika? Entahlah dik, hanya saja kau harus tahu bahwa kadang kekhawatiran-kekhawatiran itu selalu berkeliaran begitu saja. Inikah efek karena saya kakak dan adik yang tidak mempunyai saudara laki-laki, atau entahlah..
Dik, saat harus menanyaimu terus-menerus maka aku seperti menjadi seorang reporter. Aku tak mampu memahamimu lebih dalam jika aku hanya menjadi reporter saja, namun aku masih meraba mencari hal yang paling tepat untukmu meski sampai saat ini masih terkaku-kaku. Tak apa aku hanya sedang mencoba untuk tidak menjadi seorang reporter saja untukmu.
Dik, mungkinkah aku salah jika aku mengira kau masih malu padaku? Atau aku yang menjadi sosok terlalu menakutkan untukmu? Sehingga kau masih enggan berbagi beban denganku. Ohh, aku melupakan sesuatu. Betapapun tidak, kita memang belum pernah kenal sebelumnya bukan, hingga memang tak ada alasanku untuk mengklaimmu dengan panggilan adik agar kita bisa hidup normal selayaknya sebuah keluarga. Mohon maaf aku bukan kakak yang selayaknya kakak mungkin, hingga kau enggan.
Dik, melihatmu seperti melihat diriku sendiri. Ya, aku sedang bercermin. Kini aku tahu dan bahkan mengalami apa yang dulu kakakku alami jua. Atau bisa jadi inilah yang sering disebut karma apa yaa..
Dik, aku tak ingin menjadi penghambat bagimu. Jika dulu kau minta untuk memberimu bekal saat kau ingin menuangkan, maka aku mencoba untuk memberikan itu. Namun sediktpun jangan kau salah paham, karena aku tak ingin menjadi pendikte, hanya mencoba melakukan apa yang dulu kau pernah minta saat kita akan berjalan perlahan. Jika aku hanya seperti menjadi seorang pendikte, maka akan kubiarkan kau mencari rangkaian huruf sendiri meski tak sesuai dengan yang kau inginkan dulu.
Dik, aku benar-benar paham betapa kau sangat kelelahan hari ini, kemarin, dan esok yang akan datang. Kadangkala aku pun masih kikuk untuk berhadapan denganmu. Ingin aku ungkap semua raut wajah lelahmu, namun aku tau kau enggan dan tak mungkin. Hingga akhirnya aku hanya mampu meminta kekuatan langit untuk membantumu dalam melaksanakan segala hal.
Dik, apakah sampai saat ini kau masih merasa kesepian? Aku ada, tapi mungkin aku terlalu sering meniadakan diri dihapanmu hingga kau kikuk dik. Aku ingin selalu berucap, aku disini. Apa yang bisa aku bantu untukmu, ingin selalu kucari seribu cara agar kau tak terluka dik. Tapi justru itu yang membuatmu sakit apa yaa.
Dik, jika suatu saat nanti aku tak lagi disini maka janganlah kau menjadi kami. Namun jadilah lebih baik dari ini, dari apa yang kau lihat dan apa yang kau rasakan. Entahlah apakah aku mampu menjadikan semua ikatan ini akan terus seperti ini. Aku paham aku belum mampu menjadi kakak yang selayaknya kakak. Maka aku ingin memohon ampun padaNya dan meminta maaf padamu atas segala kekeliruan yang hadir dari diri ini.
Dik, bertahanlah sekalipun pahit. Air tumpah yang sesekali kau sampaikan padaku, jagalah baik-baik meski kau sudah tak mempercayakannya padaku lagi. Hadiah dari Allah yang kau ungkapkan itu, selalu resapkan dalam sukma agar kita tak lupa cara bersyukur kepadaNya. Aku paham betapa kau tersiksa disetiap kisah yang kadang kita ciptakan sendiri, namun tetaplah bertahan dik, sejenak menanti. Bertahanlah, dan siapkan pasokan sabar tanpa batas. Mungkin kau sudah sangat bosan mendengar ungkapan itu, namun jujur itulah nasihat seorang kakakku yang selalu menjadi penguat bahwa Allah selalu membersamai dalam setiap proses yang kita lalui. Jangan sampai kita membatasi kesabaran kita, dan terlampau khilaf dengan sebuah kesyukuran.
Dik, meski kadang aku sadar jika apa yang kuminta tak selamanya kau harapkan. Selalu saja aku ingin kau begini, kau begitu, kau harus ini, kau harus itu, kau jangan begini, kau jangan begitu. Meski kadang tanpa kutahu bahwa kau terluka dengan segala pinta dan ucapku. Namun sedikitpun kau tak mengungkapkan sesuatu apapun, melainkan kau menjawabnya dengan tindak nyata.
Dik, saat ini hanya mampu melihatmu beraktifitas normal saja sudah menjadi kebahagiaan bagiku. Karena kalian salah satu sumber bahagia dan inspirasi yang Dia hadiahkan padaku dibumi ini. Mohon maafkan aku, atas nama kakak.
Dik, kini seringkali aku tak percaya bahwa kau sudah sedewasa ini.
Menguatlah, bertahanlah, dan bersiap siagalah..
Allah membersamai dalam setiap prosesmu.