Label

Minggu, 20 Desember 2020

Aku Pulang

 Aku akan memainkan lagi tarian-tarian jariku yang lama pupus,

Aku kembali pada sajak-sajak yang tlah lama kutinggalkan,

dengan aku, kamu, dan dia yang berbeda.

Ijinkan manusia pemungut makna ini kembali berkeliaran dengan kegilaannya.


Kita akan memulai lagi.

Rasanya kata terlambat tak berlaku bagi kita yang kadang khilaf saat dibelenggu waktu,

kembalilah temaniku berkelana pada setiap kata dan makna, berpetualang tanpa tapi untuk sampai di titik terakhir yang kita mimpikan bersama.


Dongeng megah kita belum berakhir.

Kita masih bersama untuk menuntaskan ceritanya..


Aku pulang

Silahkan jika ingin kembali datang, selamat tinggal jika kau memilih menjadi kenangan..

Kamis, 13 September 2018

Surat yang Tak Pernah Sampai

Untukmu Adik
Dibumi perjuangan
Menemukan kerumunan yang aneh, tak pernah sekelebatpun hadir dalam mimpi. Menemui banyak mutiara indah, adalah sebuah anugrah.
Allah, dengan segala nikmat Kau karuniakan sepenggal episode menarik dalam perjalanan menuju rumahMu. Kusemogakan, dipertemukannya kami dijalan terjal ini menjadi salah satu sebab untukMu mempertemukan kami (kembali) di Rumah Cahaya terakhir.
Ada banyak warna, suka dan duka berpadu. Luka dan bahagia kadang menjadi satu. Tak jarang ada tengkar antara kita, tak jarang ada tangis ditengah kita, tak jarang berdiam menjadi cara kita, tak jarang menyendiri menjadi pelarian kita, tak jarang tak peduli menjadi keputusan kita, dan tak jarang bahagia selalu menjadi milik bersama. (mungkin) kita keluarga.
Dan meski bagaimanapun keluarga tetap keluarga. Saling menjaga dalam kesederhanaan yang tak biasa, membangun bahtera dalam setiap masa. Tak pernah meminta namun memberi tanpa rasa duga. Berbondong dalam satu rasa untuk membangun jembatan yang harus terselamatkan, tak pernah ada ragu untuk sedikitpun mundur mengambil serpihan perih yang pernah tergores namun semua berusaha untuk tetap menjaga.
Itulah keluarga..
Penuh cinta tanpa pamrih, penuh sayang tanpa meminta. Berjalan dengan bergandengan tangan meski dalam tertatih kita bergumam bagaimana menjaga jembatan yang harus terselamatkan? Jembatan yang menguatkan untuk terus melangkah berbarengan menyambung dasar dari titik acuan perbedaan dan persamaan.
Aku adalah aku, dalam setitik keluarga istimewaku.
Dan meski bertemu tanpa ikatan darah, ijinkan aku memanggilmu adik. Sekalipun jauh dari kata layak, semoga ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk sama-sama memperlayak.
Mba tidak punya keberanian banyak untuk pamit langsung kepada kalian, merasa menjadi orang paling dzolim ketika harus meninggalkan amanah kampus selama 2 pekan. Tidak ingin mendzolimi siapapun, semoga Allah ridho. Mba hanya ingin pamit untuk dua pekan kedepan belum bisa menemani secara raga, ada tugas ke Kediri yang harus dijalankan.
Ngapain mba?
Yang belum sempat terjawab, mba ngajar disini. Insyaallah masih bisa komunikasi lancar kok, hanya untuk ini hanya ingin berbagi surat saja J


 Kediri, 7 Mei 2017

Minggu, 24 Juni 2018

Semut Merah & Kararangge

Ada manusia yang sedang terpuruk dalam ruang-ruang senja..
Dia terjebak dalam bahagia dan rasa berdosa, dan ku harap kau akan memberikan ampunan padanya..
Dalam bangunan megah bernama cinta berlandaskan ikatan aneh dari langit, dia adalah salah satu penikmatnya. Yang semoga akan setia hingga bangunan rumah cahaya itu benar-benar menjadi singgasana kita..
Dalam perjalanan sulit dengan ruang sempit, dan kisah megah dengan nuansa indah kami selalu berhasil menaklukannya. Dalam suasana duka yang sangat sedih sampai suasana suka yang kaya dengan makna, kami pun selalu dengan tenang melaluinya..
Namun kami tidak ingin menjadi pengecut yang kalah oleh waktu yang terus menyeret kita sampai detik terakhir yang kita punya. Akhirnya (dengan terpaksa) kehidupan kita akan terus berlanjut, bergulir, dan melaju dengan sangat kencangnya.
Dia seperti tengah terbawa angin yang berhembus ke masa lalu dan terbang ke masa depan,  sesekali mengutuk masa sekarang. Ada ribuan bayang yang berseliweran, menghantui detik demi detik, membisikkan banyak hal tentang janji dan pengharapan, namun dayanya hilang dan dia tetap diam.
Kadang kita tak membutuhkan orang yang bisa melengkapi kita, namun kita hanya membutuhkan orang yang mampu menerima kita. Dia merasa kalian cukup baginya, namun hari ini kau memberi jawaban lain. Ada sayap-sayap yang masih harus kita miliki untuk terbang lebih tinggi lagi menuju singgasana cahaya.
Ya, satu per satu dari kita mulai memenuhi keharusannya untuk menggenapkan setengah agama. Dan itu harus, untuk sebuah pengabdian panjang dalam sepenggal perjalanan di dunia kita. Meskipun itu bisa jadi tidak pernah masuk list dalam pencapaian mimpi kita yang selalu kita bicarakan di masa ingusan lalu. Kini dia mendapatkan jawabannya, bahwa akan ada pemeran-pemeran baru yang akan membantu kita untuk mencapai mimpi besar kita, yakni membangun rumah cahaya di Syurga.
Dulu dia selalu berfikir bahwa seseorang yang menjadi pendamping orang-orang yang dicintainya adalah penculik paling jahat di dunia ini, yang akan merenggut segalanya termasuk orang yang dia cintai. Tapi ternyata sekarang dia mulai memahami. bahwa mereka datang bukan untuk mengacaukan mimpi dan misi kita melainkan untuk menambah daya agar semakin banyak energi kita untuk terbang melejit lebih cepat. Mereka juga akan berhenti dia namai penculik, tapi mereka akan menjadi super hero bagi masing-masing kita. Percayalah, kita akan berhasil membuat “Kararangge”, yang akan memenuhi pikiran-pikiran kita esok hari, mungkin.
Dan kau harus tau, hari ini dia tak berhenti mengutuk dirinya sendiri. Kalau kau bisa melihat dunia halu, maka kini kau sedang melihat banjir mutiara tersebab emosi dan tangisnya hari ini. Kau harus tau, hari ini dia tidak bisa mengekspresikan apapun, entah itu kebahagiaan yang sedang kau rasakan atau kebodohannya tak bisa membersamaimu secara jasad di ruang pelaminan. Lagi lagi, semoga kau akan mengampuninya dan tidak menghapuskan namanya dari setiap robithoh yang kau tembuskan ke langit.



Satu hal lagi, dia memberikan pesan khusus kepada agen baru yang seharunya dia temui di hari ini dan hari-hari lalu..
Kepada mas Muhammad Hamdan, keberuntungan terindah bagimu karena berhasil menaklukan agen pendiam kami bernama Titin Kustiani. Selamat menjalankan tugas untuk menjaga sahabat kami, dan semoga anda berkenan menjadi agen “Kararangge”. Titin adalah agen terbaik kami. dibalik diam seribu bahasa yang ia miliki, kontribusi untuk dakwah dan kesolidan tim kami yang ia berikan tak dapat kami tukarkan dengan apapun. Maka menjaga salah satu agen kami adalah sebuah kehormatan dan keberuntungan bagimu, dan harapannya anda berkenan menjadi pemeran baru dalam pencapaian misi besar kami. yakni membangun rumah cahaya bersama, sampai nanti, sampai mati, sampai kita reuni lagi (di Syurga). Aamiinn..
Dan kepada agen kami, Titin kustiani. Selamat menemui penunjuk surgamu, dimanapun dan kapanpun dalam kamus kita tidak ada kata hebat selain taat. Selamat bertugas!




Selanjutnya, kepada mas Riza Nugraha Oktaviana. Selamat anda berhasil menggandeng agen terbaik kami, yang tak pernah habis bekal perjalanannya. Berbahagialah anda menjadi suami dari agen kami yang super duper cerewet, visioner, juga penyayang. Maka menjaganya adalah akan menjadi hal terindah dalam hidup anda. Selamat menjalankan tugas untuk menjaga sahabat kami, dan semoga anda berkenan menjadi kordinator agen “Kararangge”. Karena disinyalir anda adalah member pertama dalam tim tersebut. Harapannya anda berkenan menjadi pemeran baru dalam pencapaian misi besar kami. yakni membangun rumah cahaya bersama, sampai nanti, sampai mati, sampai kita reuni lagi (di Syurga). Aamiin..
Dan kepada agen kami Dina Nurhanifiyyah, Ndin. Kami sudah menanti Semut Merah junior darimu. Selamat menjadi calon ibu hebat, dan menginspirasi kami selalu. Selamat melanjutkan tugas.

Sebenarnya ada salah satu member Nafas Kehidupan yang hari ini menggenapkan agamanya juga, yaitu Imam Ramha Hermawan. Selamat Bung, anda akan sudah menemukan separuh kehidupanmu. Mba Eka Putri Rahayu, selamat datang di dunia kami (Jika suamimu ngijinin sih). Dunia aneh yang takkan anda temui di dunia lain, semoga langgeng..

Ada banyak doa dan pinta-pinta yang meluncur, berlarian dan berkejaran dengan air mata bahagia. Akhirnya dia kalah, dia tak dapat ikut menggenapkan kebahagiaanmu hari ini. Namun ini bukan akhir, mimpi kita masih panjang. Akan semakin banyak pula deretan kisah kita yang akan dan harus kita tuntaskan.


Kepada para jomblowers: Nuy, Ilin, Kesih, Ope, Mimi dan Dia sendiri. Percayalah di depan Allah sudah menyiapkan rangkaian kisah yang tak pernah kita bayangkan. Selamat menanti sayap-sayapmu yang akan mengajakmu terbang sampai ke awan. Selamat menjalankan tugas penantian dan segala ikhtiar tanpa berlebihan, untuk Allah saja. Cukup! Semoga pas hari bahagia kalian, dia takkan lagi menjadi orang yang paling berdosa dan menyesal seperti hari ini. Kalo mau nikah, bilang H-sebulan siss.. Selamat kembali bertugas menemukan agen-agen Kararangge selanjutnya, dan jangan berhenti untuk bahagia.

Semut Merah adalah hadiah terindah.
Bersamanyalah dia menemukan makna yang tak bisa didefinisikan khalayak,
Barakallahu lanaa..
Kusemogakan kalian tetap saling menjaga nama-nama di setiap doa-doa, hingga mimpi kita tembus sampai ke langit ke tujuh. Yang sudah berkeluarga, semoga diberikan kisah terbaik. Yang masih menanti, jangan menanti mulu tapi segera tentukan pilihanmu...


Yang mencintaimu, Vidia..
Member Semut Merah yang masih menunggu agen Kararangge nya. J

Kamis, 03 Mei 2018

Sejak Sajak Jejak

Ada yang hadir memancarkan cahaya
Ada yang pergi dengan membawa kegelapan tanpa jumawa
Sajak sedang terhimpit selaksa tuk temui bijaksana
Namun cukuplah berlari tanpa temu dengan noda

Sejak sajak  jejak berdetak
Menghimpun ribuan langkah yang akan berjejak
Alam bersajak meminta segera kembali
Sayangnya tiada lagi yang mampu diajak berdikari

Sejak sajak dan jejak berterbangan rapi
Merpati mencaci setiap bisik pada diri
Melumpuhkan kekuasaan raja sajak
Tuk setia meneruskan jejak

Dalam terang jangan bimbang
Jika gelap tetaplah berjuang
Menatap cermat ujung jalan
Dan memupuk cepat selembar pengharapan

Drimhos, 29 April 2018


Rabu, 28 Maret 2018

Secangkir Kisah

Akan kita racik dengan indah
Ini tentang secangkir kisah
Untuk menamani setiap perjalananmu

Jangan bosan,
Sebab ini hanyalah deretan klise yang sayang jika dibuang

Sesekali kita akan sama-sama merasakan
Segalah hal yang lalu
Lewat kata-kata dan setiap frasa

Entah kapan itu
Esok atau lusap
Atau mungkin satu dekade selanjutnya

Kau berhentilah untuk khawatir
Inilah perjalanan dalam fana
Mengenalkanku padamu
Dan harus mendekatkanku padaNya

Fana ini hanya secangkir
Luasnya akan kita jumpai nanti
Jika kita menjadi pemenang dalam secangkir kisah ini
Dalam fana ini kita akan hilang
Maka nafas kita adalah berjuang

Kusemogakan kita menjadi pemenang
Agar secangkir kisah ini bukan hanya tentangkenang
Namun bekal untuk sebuah kisah kekal

Diana, Dongeng Baru

Diana, aku memberi nama baru untuk diriku. Doa dari kedua orang tuaku takkan hilang, sebab Diana hanya rangkaian potongan namaku, aku nerangkai ulang. Seperti kisahku.

Hari ini sepertinya aku akan memulai kisah baru, tanpamu.
Aku akan menciptakan dongeng baru tanpa merusuhimu lagi, kali ini aku sedang merapikan kenangan. Aku akan membungkusnya, menyimpannya di museum terbaik agar sesekali aku bisa menengoknya jika aku membutuhkan. Bukan hanya membutuhkan kisah kenang kita, pun saat membutuhkanmu mungkin.

Sampai saat ini aku belum bisa memprediksi aku akan diutus ke belahan bumi bagian mana, hanya saja aku masih selalu saling berbisik dengan Tuhan. Meminta ini itu tanpa tahu diri, setidaknya aku sedang mendekati takdir terbaik yang akan dibisikanNya. Hari ini mungkin belum tepat untukNya mengabarkan padaku, maka aku harus terus berlarian sambil tak terhenti berbisik padaNya.

“Diana, kenapa kau berubah?” itu pertanyaanmu di malam pekat itu.
Aku jelas sangat rentan untuk lupa akan semua kata-kata yang pernah kau sampaikan padaku. Namun siang ini aku sampaikan padamu tentang sesuatu hal yang penting bagiku, entah bagaimana menurutmu. 

Hidup ini adalah rangkaian kejutan, tugas kita adalah beradaptasi dengan setiap kejutan yang diberikanNya bukan? Entah hal itu sangat kita inginkan atau bahkan tidak pernah kita bayangkan. Pun dengan sebuah perubahan, itu adalah sebuah keniscayaan. Aku berharap kau takkan pernah menanyakan hal tersebut kepada sesiapapun lagi setelah aku, sebab bisa jadi yang kau tanya pun takkan mengerti apa maksud yang kau tanyakan.

Setiap fase membutuhkan peran yang berbeda, artinya aku harus memerankan peran baru di dongengku kali ini. Dan kau harus ingat, bahwa dongengku kali ini adalah tanpamu maka kau tak berhak menghakimi setiap rangkaian cerita yang tengah kulalui, apapun itu. Kau juga sangat boleh menegurku jika aku mulai mengusik kisah yang tengah kau bangun dengan megah, sebab aku juga tak terlibat dalam rangkaian dongengmu.

Percayalah, masing-masingnya kita bukan karena pilihan melainkan ada kisah sempurna yang sedang Ia siapkan untuk kita. Aku belum memastikan kapan aku harus pergi, hanya saja aku memintamu untukku mempersiapkan menjemputnya. Jika Ia ridho, kita akan menghitung mundur. 46 dari sekarang, aku sedang menata kenang untuk mempersiapkannya.

Kisah barumu sangat menarik, aku sudah mulai menyaksikannya dengan bangga. Doakan aku pun akan mampu membangun dongeng yang sangat megah, dimanapun dan dengan siapapun nantinya.

Kita harus siap menutup kenang, untuk segala pengharapan.

Yogyakarta, 28 Maret 2018


Senin, 19 Maret 2018

Mengenalimu

Aku takkan bertemu dengan ruang kosong saat dalam sebuah perjalanan. Semesta selalu memberikan makna yang menyilaukan, menyeret ku pada kedalaman kisah yang berserakan.
Menemui mu dalam keramaian adalah mimpi yang tak ada dalam list keinginan..
Dan mengenal mu adalah petaka bagi perjalanan ku, dalam kaca mata tembus pandang..

Ku semogakan kisah kita akan berjalan dalam rel yang terpisah, agar tidak bertabrakan.r