Berselimut dalam lingkaran yang sangat menawan, aku
dibalut dengan sejuta mimpi yang berkepanjangan. Membawaku kedalam alam yang
dalam, membuatku terjerat dan tak mampu tawar menawar untuk tak lagi bertahan.
Disini aku bosan, disini aku terjatuh, disini aku sedih,
disini aku bahagia, disini aku terluka, disini aku kecewa, disini aku bertemu
tawa, disini aku bersama mereka, disini aku marah, disini aku lelah, disini aku
kuat, disini aku dipaksa, disini aku mulai belajar, dan disinilah aku bertahan.
Disini aku dipertemukan kembali dengan satu makna kata
yang tak bisa aku halau. Cinta. Satu kata mantra tentang aku dan cerita.
Waktu itu diruangan yang sangat syahdu. Seisi sekolah menjadi milik kita, dari mulai
lapangan basket, pohon kersen, pohon jambu, dan semuanyaa hingga berakhir dengan beberapa
patah kata cinta untuk dan dari sahabat..
Presensi cinta untuk Dena..
Yogyakarta, 08 Februari 2016 @LHI
“Sungguh Allah Maha Tau, seberapa besar usaha kita tuk
capai ridha dan kecintaanNya. Meski letih temani, selalu ada Dia sebagai tempat
sebaik-baik sandaran.. J Terima kasiha atas segala cinta..”
“Dena full spirit,
selalu membagi semangatnya untukku. Terima kasih telah disisiku, until now. Doa
dan ditengah malam untuk saudaramu. Uhibbuki fillah..”
“Dear Dena..
Dena itu makanannya apa sih? Kok sok kuat gitu,
hihihiii... >.<
Lagian kamu itu akhwat sholihah, harus tetep cantik
dimanapun kamu berada. Teruslah bergerak tuntaskan perubahan! Kamu qowii
banget, envy dehh.. Tapi Allah adalah Maha pemberi takaran yang pas untuk
hambanNya. So, Allah tau kamu mampu dan jangan lengah, terus perbaiki diri. Jadilah
orang besar! Teruslah bergerak taburkan sayapmu.”
“Dena, (bahasa jepang)..
Menghijaulah dan menguatlah! Bagai rumput hijau yang
meski terinjak-injak, namun ia tetap tumbuh subur dan menghijau..
KEEP HAMASAH!!”
“Ketika cinta tak dapat diungkapkan dengan kata, biarlah
tingkah laku yang mengungkapkannya.
Qowwiy, menginspirasi, sabar, pantang menyerah itulah
kamu ukh. Tetap jadi kuat, tetap jadi hebat, tetap jadi kamu!! Kamu yang makin
tambah semangat. Karena orang yang semangatpun, masih perlu disemangatin. 2016,
sholihah dan qowiy..”
“Dear Dena...
Engkau qowiy ukh, selalu membuat diri ini bisa lebih
semangat, walaupun tantanganmu dilapangan terasa berat, namun engkau mamu
bersabar hadapi semua itu. Keep Qowi, Keep sabar, Keep sholihah. Uhibbuki fillah
ukh. Jargon tahun ini #2016Sholihah”
“Gembull... huouoo...
Nulis apa yah? Bingung, heheuw..
Gak tau lah aku jadi apa dan udah kayak apa kalo gak ada
kamu mbul. Makasih ya untuk limpahan cinta selama ini. Maaf belum bisa menjadi
seperti yang diharapkan. Terima kasih telah mengajariku menjadi orang nyebelin.
Terlalu sibuk ngurus orang lain sampe lupa kalo dirimu juga butuh diurus. Gak suka
aku. Itu yang aku belum bisa sampe sekarang. Tetaplah seperti ini ya mbul. Gembul
yang ceria dan selalu menguatkan, tapi jangan sok kuat :-P “
“Dena, dena, dena, aku banyak belajar kuat darimu. Gak Cuma
kuat tapi selalu tersenyum disetiap keadaan. Maafkan aku jika aku tak pernah
terlihat memberikan cinta padamu, tapi sesungguhnya aku sangat ingin memberikan
cinta seutuhnya yang selalu karena Allah, maka jangan pernah tolak ungkapan
cintaku”
“Denaaaa, jazakillah ya den. Liat dena aja udah setrong,
bikin kita jadi strong juga. Deen, jazakillahu khoiran katsiro. Kenal kalian
itu menguatkan. Kenal kalian itu menginspirasi. Kenal kalian itu menyenangkan. Keep strong!! Dena kecee...
Sayang dena u.u
Jangan lupa makan dan pulang, hehe
Boleh looooh nangis, wkwkwk
Semangatt ^_^”
Surat cinta yang sedikit berlebihan, namun dari merekalah
aku belajar banyak tentang metode bertahan. Setiap kata bukan nyata, hanya untaian doa untuk
sesama saudara untuk terus menjaga cinta.
Mereka adalah salah satu perantara yang Dia utus untukku
bertahan disini.
The Incredible..
Nantikan surat pertama dari yunda..
*bersambung