Label

Kamis, 13 September 2018

Surat yang Tak Pernah Sampai

Untukmu Adik
Dibumi perjuangan
Menemukan kerumunan yang aneh, tak pernah sekelebatpun hadir dalam mimpi. Menemui banyak mutiara indah, adalah sebuah anugrah.
Allah, dengan segala nikmat Kau karuniakan sepenggal episode menarik dalam perjalanan menuju rumahMu. Kusemogakan, dipertemukannya kami dijalan terjal ini menjadi salah satu sebab untukMu mempertemukan kami (kembali) di Rumah Cahaya terakhir.
Ada banyak warna, suka dan duka berpadu. Luka dan bahagia kadang menjadi satu. Tak jarang ada tengkar antara kita, tak jarang ada tangis ditengah kita, tak jarang berdiam menjadi cara kita, tak jarang menyendiri menjadi pelarian kita, tak jarang tak peduli menjadi keputusan kita, dan tak jarang bahagia selalu menjadi milik bersama. (mungkin) kita keluarga.
Dan meski bagaimanapun keluarga tetap keluarga. Saling menjaga dalam kesederhanaan yang tak biasa, membangun bahtera dalam setiap masa. Tak pernah meminta namun memberi tanpa rasa duga. Berbondong dalam satu rasa untuk membangun jembatan yang harus terselamatkan, tak pernah ada ragu untuk sedikitpun mundur mengambil serpihan perih yang pernah tergores namun semua berusaha untuk tetap menjaga.
Itulah keluarga..
Penuh cinta tanpa pamrih, penuh sayang tanpa meminta. Berjalan dengan bergandengan tangan meski dalam tertatih kita bergumam bagaimana menjaga jembatan yang harus terselamatkan? Jembatan yang menguatkan untuk terus melangkah berbarengan menyambung dasar dari titik acuan perbedaan dan persamaan.
Aku adalah aku, dalam setitik keluarga istimewaku.
Dan meski bertemu tanpa ikatan darah, ijinkan aku memanggilmu adik. Sekalipun jauh dari kata layak, semoga ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk sama-sama memperlayak.
Mba tidak punya keberanian banyak untuk pamit langsung kepada kalian, merasa menjadi orang paling dzolim ketika harus meninggalkan amanah kampus selama 2 pekan. Tidak ingin mendzolimi siapapun, semoga Allah ridho. Mba hanya ingin pamit untuk dua pekan kedepan belum bisa menemani secara raga, ada tugas ke Kediri yang harus dijalankan.
Ngapain mba?
Yang belum sempat terjawab, mba ngajar disini. Insyaallah masih bisa komunikasi lancar kok, hanya untuk ini hanya ingin berbagi surat saja J


 Kediri, 7 Mei 2017