Aku hanya ingin menuliskannya, menulis tanpa sebuah syarat. Tentang kisah, perjalanan kita bersama. Terima kasih atas kisah.
Jumat, 15 Agustus 2014
Kamis, 14 Agustus 2014
Welcome in the....
280614
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Dengan menyebut AsmaNya yang Maha
segalanya, yang melimpahkan segala nikmat dan kasih sayangNya melalui hembusan
angin yang tak berirama, deburan ombak yang tak bertepi dan setiap desahan
nafas yang penuh arti. Syukur kita hanya teriring kepadaNya dalam segala
karunia yang dilimpahkanNya kepada semua makhlukNya diseluruh Jagad Raya.
Shalawat dan salam untuk Murobby
kita semua, sang penakluk dunia yang memimpin kemenangan dan kejayaan Islam
hingga kita dapat menikmati hasil dari jerih payahnya, sang bapak yang mengerti
akan segalanya, sang guru yang tak pernah bosan mengajarkan apa-apa yang ingin
beliau sampaikan, seorang teladan yang nasihatnya takkan luntur sampai akhir
zaman, beliaulah baginda besar Nabi Muhammad saw.
Allah masih memberikan cintaNya
untuk mempertemukanku dengan Ramadhan, bulan perbaikan disetiap tahapan. Selalu
ada yang berbeda dalam setiap masa, terutama diawal ramadhan ini. Ya, semuanya
terasa berbeda. Kurang lebih 1 tahun tinggal diperantauan ini, dan ini adalah
kali pertama aku harus mengawali Syahrul Mubarak ini tanpa mereka. Mereka yang
selalu aku bangga-bangga kan, mereka yang selalu aku sebut-sebut, mereka yang
selalu menyayangiku, mereka yang selalu memarahiku, mereka yang selalu
mengingatkanku, mereka yang selalu membuatku jengkel, mereka yang selalu
membuatku menyesal atas pilihanku, mereka yang selalu khawatir akan aku, mereka
yang selalu perhatian padaku, mereka yang selalu aku kecewakan, mereka yang
selalu setia, mereka yang sangat mencintaiku dan sangat aku cintai.
Ya, kini aku tak bersama mereka.
Mamah, bapak, teteh, Semut Merah, NK, GEMA, IREMA, itulah mereka yang ku
sebutkan dari tadi. Disatu sisi ada rasa yang memang tak lagi biasa, bisa
dikatakan sakit mungkin. Wajar kan?? Hanya butuh proses untuk terbiasa agar
tidak terlalu dimanjakan dengan suasana. Tak ada yang salah dengan rasa, hanya
saja kesalahan ada pada kita yang kurang bijaksana dalam mengolah rasa
tersebut.
Ada rasa nano-nano di Ramadhan
ini, beragam rasa bercampuraduk dalam 1 jelmaan. Sendiri disini memang agak sedikit
tidak memberikan kenyamanan untuk diri ini, namun diblik itu ada banyak hikmah
yang dapat diambil dari mulai kekuatan pribadi sampai kekuatan cinta yang
tertangguhkan. Disisi lain juga ada rasa bahagia yang memuncak, karena
satu-satunya kakakku yang palingnkece telah memberikan sebuah keputusan besar
untuk kehidupannya. Dan rasanya itu dag dig dug derrr, seperti meluncur tanpa
balon. Akhirnya penantian panjangnya berakhir disini, namun ini baru tahap
awal. Semoga saja Allah memberikan jawaban terbaik untuk kedepannya.
Banyak rasa di awal ramadhan ini,
semoga menjadi penguat untuk mendapatkan keberkahan di Syahrul Mubarak ini.
Apapun yang terjadi tentang rasa ini, tetap fokus tujuan untuk mengabdi kepada
sang Pemilik Rasa dengan memanfaatkan bulan langka ini. Niatkan semuanya
karenaNya, Hilangkan semua rasa malas. Sambut dan laksanakan denganpenuh
keikhlasan, janganlupa untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan bagi banyak
manusia disekelilingmu.
Selamat Menunaikan Ibadah Shaum,
semoga kita senantiasa diberikan Keberkahan serta Kemuliaan dalam setiap
perjalanan.
Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat
tinggal rasa malas dan yang tak Karuan.
Semangat perbaikan, Salam
Kesejahteraan.. ^_^
Hamasah Never End!!!
1 tahun, dapet apaa?? *plaakkk
1 hal yang dapat ku ingat dimalam ini ditengah
keriuhan yang tak karuan, bahwa pada tanggal yang sama dengan hari ini tepat
satu tahun yang lalu ada tangisan yang memilukan. Tangisan yang memulai tentang
sebuah kerinduan. Iya, waktu itu kalian ada disampingku saat ku pergi ke “kota
rasa” ini.
Satu persatu
menyampaikan pesan dengan penuh perhatian, aku ingat jelas hal itu.
Dan pesan-pesan
yang disampaikan secara lisan ataupun pesan singkat itu masih tertata rapi
disampingku saat ini, sebagai pengingat disaatku lupa dan futur.
Aku tak
lupa tentang “anak macan” itu ahen, aku juga tak lupa tentang dzikrul maut yang
kau katakan mam, dan perkataanmu ma “hayu saling menguatkan”, aku juga tak lupa
tentang cerita lebah dan cacing itu bu, juga lirik aisiteru yang kau rubah
kata-katanya yg akhirnya tentang Robitoh itu kes, tentang spongebob yang sering
kau julukan untukku teh rin, juga engkau cudin yg mengatakan tentang selesai
faham yang sering kita lalui dan pesanmu “ulah hese emam, sing tenang”,
Dan pesan-pesanmu
yg tak bisa kutulis satu persatu, namun ada dicatatan dinding yang selalu
menjadi alarm ini. Mungkin aku belum mampu menjalani semua pesanmu, namun aku
masih berusaha untuk menjaga serta menunaikan hal tersebut.
Mari saling
mengingatkan, menguatkan dan “saling” segalanyaa..
Jazakumullah
ahsan jaza..
Udah 1
tahun tepat ya, udah dapat apa aja yaa?
*plaakkk
Di satu tahun
ini aku juga tak lupa pesanmu, “Tak peduli apa yang menjadi rintangan, karena
azzam ii sudah melekat kuat dalam diri. Titip teteh untuk teh Nden, ketika
kejenuhan itu mulai hinggap dalam diri, ingat akan harapan yang telah
dititipkan banyak orang buat kita. Kita hadapi bersama badai gelombang yang
akan menghalau. Jangan sampai mimpi kita bersebrangan. Jadikan keluarga kecil ini
menjadi keluarga idaman dan keluarga yang disayang Allah”..
Pesanmu 1
tahun yang lalu, menjadi pengingatku, pun dirimu..
Nantikan
mawar hijauku untukmu..
#SemangatNyekriipp
Langganan:
Postingan (Atom)
