Label

Kamis, 30 Maret 2017

Penantian



Semakin larut
Penantian semakin mendalam
Angin telah memasuki setiap rusuk tulang
Namun tiada syarat yang kau perlihatkan
Adakah penantian yang memberikan ketenangan
Adakah tunggu yang tak takut akan kehilangan
Aku hanya bersandar pada angin yang semakin kencang
Menunggu kau datang dengan sejuta pengharapan
Meski dedaunan malam berbisik memberi jawaban
Aku masih menanti dengan bekal janjimu

Setiap tetes menceritakan makna sabar
Dalam setiap penantian aku berperang dengan sejuta kekhawatiran
Sebab kau telah lama menjadi sebab aku bertahan
Dalam penantian aku berlutut pada hujan
Memaknai setiap detik yang terlewatkan
Sesekali suara burung besi berkabar
Memintaku segera pergidari persinggahan
Sesekali semua membisu
Memberi isyarat akan kedatanganmu yang tertunda

Aku mencoba memberi jeda
Memberi sempat kepada hening untuk taat
Percaya masih kupegang erat
Atas setiap ucap yang kau telah eja
Namun larut semakin kalut
Hantu mulai silih berganti menyapa pergi
Hei kau, aku masih menanti
Menunggumu, aku tak ingin membunuh percayaku
Meski sejuta khawatir sudah menggerogoti setengah dari tubuhku
Bintang mengusirku, dan kau masih membisu?
Lampu jalanan menghampiriku dengan tawa kecilnya
Aku masih percaya
Tak pernah ada salah dengan harap
Jikalaupun semua terka berujung nestapa
Aku masih hidup dengan sejuta percaya

Masihkah kau akan menemuiku?
Jika sempat tak berbalas maka tak apa
Kusemogakan kau bahagia dengan penantianku