Label

Rabu, 28 Maret 2018

Secangkir Kisah

Akan kita racik dengan indah
Ini tentang secangkir kisah
Untuk menamani setiap perjalananmu

Jangan bosan,
Sebab ini hanyalah deretan klise yang sayang jika dibuang

Sesekali kita akan sama-sama merasakan
Segalah hal yang lalu
Lewat kata-kata dan setiap frasa

Entah kapan itu
Esok atau lusap
Atau mungkin satu dekade selanjutnya

Kau berhentilah untuk khawatir
Inilah perjalanan dalam fana
Mengenalkanku padamu
Dan harus mendekatkanku padaNya

Fana ini hanya secangkir
Luasnya akan kita jumpai nanti
Jika kita menjadi pemenang dalam secangkir kisah ini
Dalam fana ini kita akan hilang
Maka nafas kita adalah berjuang

Kusemogakan kita menjadi pemenang
Agar secangkir kisah ini bukan hanya tentangkenang
Namun bekal untuk sebuah kisah kekal

Diana, Dongeng Baru

Diana, aku memberi nama baru untuk diriku. Doa dari kedua orang tuaku takkan hilang, sebab Diana hanya rangkaian potongan namaku, aku nerangkai ulang. Seperti kisahku.

Hari ini sepertinya aku akan memulai kisah baru, tanpamu.
Aku akan menciptakan dongeng baru tanpa merusuhimu lagi, kali ini aku sedang merapikan kenangan. Aku akan membungkusnya, menyimpannya di museum terbaik agar sesekali aku bisa menengoknya jika aku membutuhkan. Bukan hanya membutuhkan kisah kenang kita, pun saat membutuhkanmu mungkin.

Sampai saat ini aku belum bisa memprediksi aku akan diutus ke belahan bumi bagian mana, hanya saja aku masih selalu saling berbisik dengan Tuhan. Meminta ini itu tanpa tahu diri, setidaknya aku sedang mendekati takdir terbaik yang akan dibisikanNya. Hari ini mungkin belum tepat untukNya mengabarkan padaku, maka aku harus terus berlarian sambil tak terhenti berbisik padaNya.

“Diana, kenapa kau berubah?” itu pertanyaanmu di malam pekat itu.
Aku jelas sangat rentan untuk lupa akan semua kata-kata yang pernah kau sampaikan padaku. Namun siang ini aku sampaikan padamu tentang sesuatu hal yang penting bagiku, entah bagaimana menurutmu. 

Hidup ini adalah rangkaian kejutan, tugas kita adalah beradaptasi dengan setiap kejutan yang diberikanNya bukan? Entah hal itu sangat kita inginkan atau bahkan tidak pernah kita bayangkan. Pun dengan sebuah perubahan, itu adalah sebuah keniscayaan. Aku berharap kau takkan pernah menanyakan hal tersebut kepada sesiapapun lagi setelah aku, sebab bisa jadi yang kau tanya pun takkan mengerti apa maksud yang kau tanyakan.

Setiap fase membutuhkan peran yang berbeda, artinya aku harus memerankan peran baru di dongengku kali ini. Dan kau harus ingat, bahwa dongengku kali ini adalah tanpamu maka kau tak berhak menghakimi setiap rangkaian cerita yang tengah kulalui, apapun itu. Kau juga sangat boleh menegurku jika aku mulai mengusik kisah yang tengah kau bangun dengan megah, sebab aku juga tak terlibat dalam rangkaian dongengmu.

Percayalah, masing-masingnya kita bukan karena pilihan melainkan ada kisah sempurna yang sedang Ia siapkan untuk kita. Aku belum memastikan kapan aku harus pergi, hanya saja aku memintamu untukku mempersiapkan menjemputnya. Jika Ia ridho, kita akan menghitung mundur. 46 dari sekarang, aku sedang menata kenang untuk mempersiapkannya.

Kisah barumu sangat menarik, aku sudah mulai menyaksikannya dengan bangga. Doakan aku pun akan mampu membangun dongeng yang sangat megah, dimanapun dan dengan siapapun nantinya.

Kita harus siap menutup kenang, untuk segala pengharapan.

Yogyakarta, 28 Maret 2018


Senin, 19 Maret 2018

Mengenalimu

Aku takkan bertemu dengan ruang kosong saat dalam sebuah perjalanan. Semesta selalu memberikan makna yang menyilaukan, menyeret ku pada kedalaman kisah yang berserakan.
Menemui mu dalam keramaian adalah mimpi yang tak ada dalam list keinginan..
Dan mengenal mu adalah petaka bagi perjalanan ku, dalam kaca mata tembus pandang..

Ku semogakan kisah kita akan berjalan dalam rel yang terpisah, agar tidak bertabrakan.r