Bismillah..
Aku mengenalnya dengan
kesederhanaan, penuh kasih sayang dan kepolosan. Namun kini wanita kuat itu
sudah bermetamorfosis menjadi wanita dewasa yang tangguh dan selalu ceria dalam
beragam kondisi serta menghadapi semuanya dengan ketenangan. Aku banyak belajar
darinya tentang sebuah kata seimbang(Tawazun), belajar tentang sebuah kekuatan
ditengah keterbatasan, ia sangat penuh kasih sayang hingga kami memanggilnya
kesih (pelesetan dari kasih)..
Hei engkau wanita kuat, saat ini
Alloh sedang sangat mencintaimu dengan caraNya, Dia ingin tau kekuatanmu dalam
dukamu, Dia sudah menyiapkan skenario terindah untuk perjalanan hidupmu kes..
^_^
Aku tak dapat memeluk erat
disampingmu, namun aku mampu merasakan perih yang menyesakkan tentang apa yang
kau rasakan, bukankah kita satu? Dan beliau sudah kami anggap sebagai bapak
kami juga kes, disana masih ada semut-semut yang lain kan?? Peluk erat saja semaumu,
disini ku hanya mampu melimpahkan do’a untukmu meminta padaNya untuk kekuatanmu
dan keluarga serta meminta untuk memberikan tempat ternyaman untuk beliau
disisiNya..
Engakau yang akan menjadi
penguat, beliau membutuhkan do’amu kes. Beliau tak terlalu membutuhkan
kesedihanmu, karena yang akan memudahkannya adalah do’amu bukan tangismu..
Masih ingat kan bahwa Hamasah
Never End yang ada dipunggung kita sudah mendarah daging? :-D jaga selalu
semangatmu. Beliau akan sngat bahagia jika kau bahagia,.
Sekali lagi, kau yang akan
menjadi penguat kes.. tetaplah menjadi wanita tegar yang kami kenal..
Peluuukk eraattttt , anggap saja
kau mendengar suaraku saat membaca ini jika kau tak mau bicara denganku kesih..
^_^
Allohummagfirlahu warhamhu
wa’afihi wa’fu ‘anhu..
riSa Erna Mia nUr Titin Mia dEna
Ropi dinA aliyaH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar