Haruskah ku membuat buku catatan hati disetiap rapatku? :-)
Allah, saat ini hanya Engkau yang sepenuhnya mengerti. Rindu yang bergejolak ini menjadikanku bisu, aku belum
menumukan mereka disini. Meski aku sadar aku takkan menemukan yang seperti
mereka, namun bagaimanapun aku butuh pundak untuk menemaniku meski dalam diam
sekalipun.
Semuanya bertumpuk pada satu tumpuan namun tak ada yang
menguatkan tumpuan itu sendiri. Semua hanya seperti air yang mengalir, tak ada
yang bisa dimanfaatkan dengan efektif apa yang ada dalam air tersebut.
Aku seakan tiada guna, seperti batu hiasan yang ada namun
tidak berfungsi apapun. Haruskah aku bertanya pada angin pagi yang mulai
menjenuhkan? Ataukah aku harus bertanya pada gelap malam yang tak pernah memberi
penerangan? Mungkinkah ada yang mengerti dengan semua ini? Atau ini hanyalah
skenario manusia yang gagal dilaksanakan? Entahlah tapi aku merasa semua tidak
ada gunanya.
Aku tak pernah meminta untuk selalu dimanjakan, aku juga
tak pernah meminta untuk terus diberi perhatian, bahkan akupun tak mengerti
dengan apa yang aku inginkan. Lantas siapa yang mau menyadarkan diri ini bahwa
aku tidak sedang tinggal di cihaubeuti saat ini? Lantas bagaimana aku bisa
bekerja jika semua hanya semu belaka. Sebenarnya apa yang aku inginkan, akupun
tak mengerti hal itu.
Kadang emosi ini datang semaunya, dia tak pernah ingin di
redam dulu meskipun sesaat, aku harus mencari arti itu sendiri. Aku tak bisa
berdiam diri seperti ini, tapi sekali lagi kau harus tau bahwa rindu ini
membuatku bisu. Aku tak bisa apa-apa jika tak ada orang yang mendorongku dari
belakang dan menjagaku dari setiap ruang sudut hidupku.
Tak banyak yang bisa mengerti tentang rasa ini, karena
sangat sedikit manusia-manusia yang merasakan apa yang tak bisa dirasakan orang
lain. Maka biarlah ku tetap egois dengan rasaku sendiri jika tak ada yang ingin
mengubah rasaku ini. Ku tak bisa mengubahnya sendiri, karena ketika ku sendiri
mereka selalu hadir dalam kesendirianku.
Disini aku kan terus berlari mencari rasa yang sempat
kudapati, meski ku tahu betapa sulit kumenemukan ini tapi biarkan aku terus
berlari..
Ku akan terus berlari hingga bertemu denganNya nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar