Label

Selasa, 19 Januari 2016

Cekidot



Tiba-tiba teringat tentang banyak hal, teringat orang-orang aneh. Teringat banyak hal yang membuat senyum-senyum sendiri, juga nangis-nangis sendiri..
Montee 1 sukakerta, inget??
Reptil ke ciamis pake jas hujan saat gak hujan,
Rame teu puguh disekre,
Kail dan Kaya yang sering lupa siapa PJ nya,
Latihan perkusi ngagandengan wagra pamokolan,
Mabit di HI,
Galau agenda tasik ciamis pas tabrakan,
Agenda mobil mogok pas mau camping di curug 7,
Nangkring depan balong cinta,
Nangkring diwarung mang ili,
Nangkring di mie rasa,
Mabit pertama pas cenuy ngelempar beras dan pecah,
ISC yang jumping jump nya tak henti2 meski baru bangun tidur,
Disiplin pagi yg buat jalan pnb-chb jadi arena balapan,
JERAMi, yang buat kita sakit banget gara-gara gak bisa salaman ma alumni,
JERAMI, yang kita menemukan banyak semut merah pas ribat,
Kemana-mana pasti rempong,
Pas mau berangkat study tour hujan dan mati lampu,
Dapet kejutan dari adek-adek
Pulang malam dengan bawahan mukena gara-gara gak boleh pake atribut sekolah,
Bikin pasukan jas merah saat pulang beli kain dr tasik dan beli bakso kemahalan,
Evaluasi dan marah-marahan sama ikhwan,
Tak jarang hadir tangisan ditengah evaluasi yang menegangkan,
Syuro-syuro yang kadang membosankan,
Nangkring di MA Pnb yang kadang jadi sekre dadakan,
Sering banget nyindir ikhwan pas mereka belum solid,
Pulang dari sawati dan motor merah putih nabrak rerumputan disebrang jalan,
Lihat tangisan bapak yang tanpa suara yang membuat kita sakit saat mau liqo,
Dan aksi pertama kali yang kita lakukan dengan lakban hitam dibibir masing-masing orang,
Inget kan???
Itu hanya beberapa dari beribu kisah menarik yang pernah kita lewati, rasanya masa SMA menjadi masa emas dalam kisah klasik ini. Saat mendengar senandung ukhuwah seakan memutar rekaman semua kisah dalam balutan kemesraan semua terasa begitu menggetarkan.
Sekian lama berproses ditempat yang aku tak mengerti memeberikan berjuta pengalaman unik yang ku rasakan. Semua menganggap ini adalah konyol, ya karena memang demikian. Waktu berjalan seperti angin topan, mengkikis habis semua perasaan. Termenung dalam keramaian merasakan perih yang menjadikan semua orang kebingungan, namun Allah selalu memberi jalan.
Semut Merah itu kecil, namun selalu bersama dalam menghadapi hal apapun.
Semut merah itu kecil, tapi mereka akan menggigit ketika ada yang menyakiti.
Semut merah itu, selalu mencari jalan lain saat satu jalan tertutup.
Betapa Allah Maha Segalanya yang telah memprtemukanku dengan orang-orang hebat ini.
Kalian menyebalkan, membuatku kesal, membuatku marah, buatku nangis, namun kalian pula yang menghadirkan bahagia, mengingatkan, menguatkan, memberi perhatian, dan aku bingung bagaimana dan harus berkata apa untuk kalian.
Telah banyak suka duka yang menjumpai hari-hari yang aneh selama beberapa tahun kita bersama, itu hanya sepenggal kisah jalan cinta yang kita lalui dan harus dilanjutkan meski diperantauan. Agar nikmatnya perjuangan dapat kita rasakan meski kadang jarak menjadi ujian atas kesetiaan cinta yang telah kita tanamkan pada jalan “rumit” ini.
Tak ada yang mampu menggantikan..
Semua memiliki posisi masing-masing dihati. jadikan robithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspresi rindu. Semoga kita bersua di Syurga.
Nampaknya harus mencari obat yang lebih mujarab saat penyakit itu hadir disekitar kita, penyakit rindu yang tak tertahankan karena cinta yang membuat kita bertahan dan rindu sebagai penguatnya. Ana uhibbukum fillah, miss you so much..
#Refleksi
Itu bukan hanya dulu, kan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar