Tiba-tiba teringat tentang banyak
hal, teringat orang-orang aneh. Teringat banyak hal yang membuat senyum-senyum
sendiri, juga nangis-nangis sendiri..
Montee 1 sukakerta, inget??
Reptil ke ciamis pake jas hujan
saat gak hujan,
Rame teu puguh disekre,
Kail dan Kaya yang sering lupa
siapa PJ nya,
Latihan perkusi ngagandengan
wagra pamokolan,
Mabit di HI,
Galau agenda tasik ciamis pas
tabrakan,
Agenda mobil mogok pas mau
camping di curug 7,
Nangkring depan balong cinta,
Nangkring diwarung mang ili,
Nangkring di mie rasa,
Mabit pertama pas cenuy ngelempar
beras dan pecah,
ISC yang jumping jump nya tak
henti2 meski baru bangun tidur,
Disiplin pagi yg buat jalan
pnb-chb jadi arena balapan,
JERAMi, yang buat kita sakit
banget gara-gara gak bisa salaman ma alumni,
JERAMI, yang kita menemukan
banyak semut merah pas ribat,
Kemana-mana pasti rempong,
Pas mau berangkat study tour
hujan dan mati lampu,
Dapet kejutan dari adek-adek
Pulang malam dengan bawahan
mukena gara-gara gak boleh pake atribut sekolah,
Bikin pasukan jas merah saat
pulang beli kain dr tasik dan beli bakso kemahalan,
Evaluasi dan marah-marahan sama
ikhwan,
Tak jarang hadir tangisan
ditengah evaluasi yang menegangkan,
Syuro-syuro yang kadang
membosankan,
Nangkring di MA Pnb yang kadang
jadi sekre dadakan,
Sering banget nyindir ikhwan pas
mereka belum solid,
Pulang dari sawati dan motor
merah putih nabrak rerumputan disebrang jalan,
Lihat tangisan bapak yang tanpa
suara yang membuat kita sakit saat mau liqo,
Dan aksi pertama kali yang kita
lakukan dengan lakban hitam dibibir masing-masing orang,
Inget kan???
Itu hanya beberapa dari beribu
kisah menarik yang pernah kita lewati, rasanya masa SMA menjadi masa emas dalam
kisah klasik ini. Saat mendengar senandung ukhuwah seakan memutar rekaman semua
kisah dalam balutan kemesraan semua terasa begitu menggetarkan.
Sekian lama berproses ditempat
yang aku tak mengerti memeberikan berjuta pengalaman unik yang ku rasakan.
Semua menganggap ini adalah konyol, ya karena memang demikian. Waktu berjalan
seperti angin topan, mengkikis habis semua perasaan. Termenung dalam keramaian
merasakan perih yang menjadikan semua orang kebingungan, namun Allah selalu
memberi jalan.
Semut Merah itu kecil, namun
selalu bersama dalam menghadapi hal apapun.
Semut merah itu kecil, tapi
mereka akan menggigit ketika ada yang menyakiti.
Semut merah itu, selalu mencari
jalan lain saat satu jalan tertutup.
Betapa Allah Maha Segalanya yang
telah memprtemukanku dengan orang-orang hebat ini.
Kalian menyebalkan, membuatku
kesal, membuatku marah, buatku nangis, namun kalian pula yang menghadirkan
bahagia, mengingatkan, menguatkan, memberi perhatian, dan aku bingung bagaimana
dan harus berkata apa untuk kalian.
Telah banyak suka duka yang
menjumpai hari-hari yang aneh selama beberapa tahun kita bersama, itu hanya
sepenggal kisah jalan cinta yang kita lalui dan harus dilanjutkan meski
diperantauan. Agar nikmatnya perjuangan dapat kita rasakan meski kadang jarak
menjadi ujian atas kesetiaan cinta yang telah kita tanamkan pada jalan “rumit”
ini.
Tak ada yang mampu menggantikan..
Semua memiliki posisi
masing-masing dihati. jadikan robithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspresi
rindu. Semoga kita bersua di Syurga.
Nampaknya harus mencari obat yang
lebih mujarab saat penyakit itu hadir disekitar kita, penyakit rindu yang tak
tertahankan karena cinta yang membuat kita bertahan dan rindu sebagai
penguatnya. Ana uhibbukum fillah, miss you so much..
#Refleksi
Itu bukan hanya dulu, kan???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar