Label

Selasa, 19 Januari 2016

Belajar, lagi.

Saat nunggu biyung pas mau mudik tadi sore. Aku melihat adek kecil.
Ya adek kecil yang sedang belajar jalan, disekelilingnya sangat banyak orang yang memperhatikannya mungkin itu ibunya, neneknya, saudaranya atau bahkan teman temannya..
Tetiba salah satu dari banyak orang it berteriak
“Ayo lari nak, ayo lari..!”
Anak kecil itu pun berlari dengan penuh semangat. Ditengah perjalanan sebelum sampai tujuan ternyata adek kecil itu jatuh dan lantas menangis sejadi jadinyaa maka secara refleks  orang2 disana mendekatinya, ibunya langsung memeluknya dan yang laiinnya ikut menggodanya supaya berhenti menangis..
Diperjalanan aku bertanya, biyung si dia lagi kenapa ya? Kok bla bla blaa..
Jalan sangat ramai jadi aku sempat berfikir biyung tak mendengar apa yang kubicarakan.
Ternyata kalau kita galau orang lain ikut memikirkan kita yaa? Jawabnya.
Itulah konsekuensi berjalan bersama yung, ketika satu sakit maka yang lain tak bisa diam sajaa..

Kita kembali ke Adik kecil tadi.
Ia tak sempat berfikir apa yang akan terjadi saat ia berlari, namun ia tetap mencoba berlari. Hinnga akhirnya ia mengerti bahwa terjatuh itu sakit, dan ia paham bahwa dalam proses belajarnya ia tak sendiri melainkan ada orang yang membangunkannya saat ia harus terjatuh..
Kadang kita enggan untuk mencoba karena takut  tak mampu dan terjatuh.
Kadang kita selalu ingin berjalan sesuai dengan mau kita sendiri tanpa mendengar apa yang disarankan oleh orang yang ada disamping kita meskipun pada akhirnya saat butuh pundak merekalah yang selalu ada.
Kadang kita merasa menjadi orang yang tidak pernah diperhatikan padahal bisa jadi mereka selalu memikirkan kegalauanmu tanpa kau ketahui.
Kadang kita merasa sedang berjalan sendiri padahal bisa jadi dalam diam mereka tak ingin kau tau bahwa mereka selalu memperhatikanmu dan ada didekatmu namun kau tak pernah ingin menyadarinya.
Kadang kita berfikir bahwa kita kuat untuk melakukan segalanya dengan sendiri tanpa berbagi padahal bisa jadi orang disampingmu sedang bingung dan menantimu agar kau bisa menceritakan apa yang terjadi dan apa yang bisa ia bantu.
Banyak belajar dari adik kecil tadi.
Mari berjalan meskipun tertatih-tatih..
Belajar berlari, berlari semampunya.
Jatuh? Tak apa karena kita tak sendiri..

Terima kasih A, Teh, Mas, Mba..

Karena aku hanya sedang belajar.
Belajar dari orang2 yang tak pernah berhenti berlari, maka ijinkan akuu.. T.T meski aku masih terlaru sering terjatuh.

Berlarilah..
berlarilah semampumu, Na..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar