Yogyakarta, 20 November 2013
Pagi ini langit menangis sangat deras,
air hujan berkejaran seakan lebih awal
untuk memberikan kesejukan bagi setiap insan. Namun lagi dan lagi rindu ini
selalu menyesakkan, seakan tak memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan
kesejukan ini. Tapi aku yakin tak ada perjuangan tanpa kepahitan, selalu ada
rasa yang rapuh saat kita berjalan sendiri tapi percayalah Alloh selalu ada
dihati yang akan menjadi penguat diri karena adakalanya air tak lagi
mengalir tenang, angin tak lagi menyejukkan, hujan tak berikan kesegaran bahkan
rumah tak bisa dijadikan tempat mendapatkan keteduhan, namun memang seperti
itulah hidup. Kadang Dia tak memberikan apa yang kita inginkan tapi
mempersembahkan apa yang kita butuhkan, disanalah kita belajar tentang sebuah
kesabaran dan kesyukuran.
Alhamdulillah,
Allah mempertemukanku dengan orang-orang hebat sepertimu. Tak
terbayangkan dalam benak ku apa jadinya aku saat ini jika tak bertemu denganmu.
Inilah sebuah kebahagiaan yang Allah karuniakan kepadaku, dan hari ini
kebahagiaaan itu bertambah memuncak saat mendengar dirimu akan menjemput
kebahagiaan barumu ma. Bukan hanya aku tapi semua orang yang mengenalmu,
bingung mau ngomongin apa, pas nelpon mimi katanya disuruh surat buat ummi.. hee..
Afwan ya ma, jika kau
selalu menjadi orang yang pertama hadir saat kami butuh apapun itu tapi kini
kami tak mampu berada disampingmu untuk mempersiapkan hari bahagiamu. Afwan
atas keegoisan kami, dulu kalo gak salah kita pernah punya niat untuk mabit
dulu sebelum hari bahagiamu tapi itu tak terealisasi, lagi afwan tak
membersamaimu sebelum hari bahagiamu tapi semoga tak mengurangi keberkahan di
hari akbar yang akan kau jalani nanti. Karena semua amanah ini terasa sangat
menyesakkan sekali, tapi aku tersadar kembali bahwa dulu emak ku yang satu ini
selalu mengajarkanku tentang sebuah kekuatan bertahan meskipun dalam
kesendirian. Mengenalmu adalah suatu kebahagiaan yang tak mampu ku tukar dengan
apapun, ku belajar banyak tentang segala hal dari wanita hebat sepertimu ma.
Aku baru tau kenapa dulu
aku dibentuk jadi seorang macan, karena ternyata yang kuhadapi hari ini adalah
srigala-srigala buas dengan kuku yang tajam. Jujur ya ma, hari ini aku sedang
sangat ketakutan. Aku takut diculik ma, hehee.. lucu ya? Tapi ternyata inilah
dunia kampus, keras. Serasa dunia mimpi, tapi ternyata ini nyata. Namun disinilah
aku merasakan kebermanfaatan saat aku bersama kalian disana, aku tahu dua kota (Ciamis
dan Jogja) yang kucinta ini sedang mengalami atmosfer yang jauh berbeda, jika disini
sedang perang yang nyata maka disana tengah bahagia dengan nuansa cinta yang
membahana sehingga ku bingung bagaimana cara merangkai kata untuk yang sedang
bahagia disana ma, karena aku sedang merasakan panasnya api perhelatan akbar
yang tengah kujalani saat ini, tapi aku yakin 2 atmosfer ini tetap pada 1 jalan
cinta yang sama yaitu jalan CintaNya. jadi curcol ya ma?
Afwan lagi, karna aku takut pas pulang nanti aku takkan banyak bersua
denganmu. Dan entah kapan lagi kita akan bernostalgia bersama dengan “ala kita”
bersama, karena nampaknya pada tanggal
24 besok kau akan menjadi putri bagi alam jagad raya. Bukan hanya kami (SM)
yang ingin bersua denganmu tapi semua orang yang telah kau beri kebahagiaan dan
ingin merasakan kebahagiaan dihari esok nanti disampingmu. Akhirnya kita punya
abii juga, kata itu kembali tercuat. Barokalloh ma, kebahagiaanmu menjadi
kebahagiaan kita semua.
3 tahun berjalan berlari bahkan merangkak bersamamu itu merupakan hal
terindah bagiku mungkin waktu itu tak cukup untuk ku, namun setidaknya kita
pernah bertemu dan kau menggoreskan sejuta warna untukku dan mereka. Bisa
dikatakan kita mungkin menjadi angkatan paling manja saat ada disampingmu, entah
apa yang membuat hal itu terjadi tapi kau selalu menjadi orang pertama yang
mengerti apa yang kami rasa, apa yang kami mau, dan apa yang kami butuh, kau
selalu setia mendengarkan ocehan-ocehan kami yang mungkin itu tak terlalu
penting bagimu, engkau selalu menjadi orang yang paling sabar dalam menghadapi
tingkah kami yang kadang “gila”, yang kadang tak banyak orang mengerti tentang
hal itu, engkau yang ku dan kami kenal sebagai sosok tangguh kini takkan
sendiri lagi.
Beruntunglah orang yang menjadi ayah dari anak-anakmu ma, semoga saja
dengan perbedaan status yang akan kau jalani nanti tak menjadikan sesuatu yang
berbeda antara kau dan kami. Sayang sekali jika warna itu hilang seketika
begitu saja, karna kini saat rindu menjadi pemicu qalbu hanya harap yang hadir
agar Dia selalu menjaga cinta kita dalam lingkaran penuh keberkahan ini. Ya,
kadang aku sakit ketika mengingat mimpiku untuk membumikan GEMA dikota istimewa
ini, karna sampai hari ini aku belum melakukan apapun untuk itu. Aku salah
persepsi ternyata, dulu aku kira disini ku mulai pijakkan langkah baru untuk
mimpi baruku namun ternyata ku bukan berpijak dilangkah yang baru tapi
meneruskan langkah kaki yang lalu. Sehingga kadangkala ku berfikir ambigu
tentang semua amanah ku, curcol lagii. Heee... teu nanaon nya ma, karna ketika
nostalgia rasanya surat ini takkan selsai dengan 1000 lembar saking terlalu
banyak kisah yang ada dalam perjalanan kita, sing bahagia!! Kan bahagiamu
bahagiaku.. ^_^
Pernikahan adalah hal yang sakral, namun katanya didalamnya penuh
kebahagiaan. Suka pun duka itu adalah bahagia yang tercipta untuk
menyempurnakan rasa setiap manusia. Nikmati setiap ritme kebahagiaanmu, karena
kelak kau akan mengerti arti kebahagiaan itu setelah rasa bahagia itu pergi. Seperti
arti bahagia yang ku mengerti saat ini, saat kita sudah tak ditempat dan ruang
perjuangan yang sama lagi meskipun ku tahu yg berbeda hanya geografisnya saja,
tidak dengan paradigma dan ritme perjuangan kita.. namun sekali lagi, rindu ini
selalu menyesakkan...
Tetaplah menjadi emak dan ummi kami meski nanti kau akan lebih banyak
memiliki generasi terbaik yang lebih dari kami, namun setidaknya kau sudah
memberi warna pada hidup kami, dan aku tak ingin warna itu pudar begitu saja..
Tetaplah jadi emak terbaik ku dan kita semua...^_^
Ana
uhibbuki fillah, ummii...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar