Label

Selasa, 19 Januari 2016

Surat untuk Ummi (Ma Ani Sumarni)



Yogyakarta, 20 November 2013
          Pagi ini langit menangis sangat deras, air hujan berkejaran  seakan lebih awal untuk memberikan kesejukan bagi setiap insan. Namun lagi dan lagi rindu ini selalu menyesakkan, seakan tak memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan kesejukan ini. Tapi aku yakin tak ada perjuangan tanpa kepahitan, selalu ada rasa yang rapuh saat kita berjalan sendiri tapi percayalah Alloh selalu ada dihati yang akan menjadi penguat diri karena adakalanya air tak lagi mengalir tenang, angin tak lagi menyejukkan, hujan tak berikan kesegaran bahkan rumah tak bisa dijadikan tempat mendapatkan keteduhan, namun memang seperti itulah hidup. Kadang Dia tak memberikan apa yang kita inginkan tapi mempersembahkan apa yang kita butuhkan, disanalah kita belajar tentang sebuah kesabaran dan kesyukuran.
          Alhamdulillah, Allah mempertemukanku dengan orang-orang hebat sepertimu. Tak terbayangkan dalam benak ku apa jadinya aku saat ini jika tak bertemu denganmu. Inilah sebuah kebahagiaan yang Allah karuniakan kepadaku, dan hari ini kebahagiaaan itu bertambah memuncak saat mendengar dirimu akan menjemput kebahagiaan barumu ma. Bukan hanya aku tapi semua orang yang mengenalmu, bingung mau ngomongin apa, pas nelpon mimi katanya disuruh surat buat ummi.. hee..
          Afwan ya ma, jika kau selalu menjadi orang yang pertama hadir saat kami butuh apapun itu tapi kini kami tak mampu berada disampingmu untuk mempersiapkan hari bahagiamu. Afwan atas keegoisan kami, dulu kalo gak salah kita pernah punya niat untuk mabit dulu sebelum hari bahagiamu tapi itu tak terealisasi, lagi afwan tak membersamaimu sebelum hari bahagiamu tapi semoga tak mengurangi keberkahan di hari akbar yang akan kau jalani nanti. Karena semua amanah ini terasa sangat menyesakkan sekali, tapi aku tersadar kembali bahwa dulu emak ku yang satu ini selalu mengajarkanku tentang sebuah kekuatan bertahan meskipun dalam kesendirian. Mengenalmu adalah suatu kebahagiaan yang tak mampu ku tukar dengan apapun, ku belajar banyak tentang segala hal dari wanita hebat sepertimu ma.
          Aku baru tau kenapa dulu aku dibentuk jadi seorang macan, karena ternyata yang kuhadapi hari ini adalah srigala-srigala buas dengan kuku yang tajam. Jujur ya ma, hari ini aku sedang sangat ketakutan. Aku takut diculik ma, hehee.. lucu ya? Tapi ternyata inilah dunia kampus, keras. Serasa dunia mimpi, tapi ternyata ini nyata. Namun disinilah aku merasakan kebermanfaatan saat aku bersama kalian disana, aku tahu dua kota (Ciamis dan Jogja) yang kucinta ini sedang mengalami atmosfer yang jauh berbeda, jika disini sedang perang yang nyata maka disana tengah bahagia dengan nuansa cinta yang membahana sehingga ku bingung bagaimana cara merangkai kata untuk yang sedang bahagia disana ma, karena aku sedang merasakan panasnya api perhelatan akbar yang tengah kujalani saat ini, tapi aku yakin 2 atmosfer ini tetap pada 1 jalan cinta yang sama yaitu jalan CintaNya. jadi curcol ya ma?
Afwan lagi, karna aku takut pas pulang nanti aku takkan banyak bersua denganmu. Dan entah kapan lagi kita akan bernostalgia bersama dengan “ala kita” bersama,  karena nampaknya pada tanggal 24 besok kau akan menjadi putri bagi alam jagad raya. Bukan hanya kami (SM) yang ingin bersua denganmu tapi semua orang yang telah kau beri kebahagiaan dan ingin merasakan kebahagiaan dihari esok nanti disampingmu. Akhirnya kita punya abii juga, kata itu kembali tercuat. Barokalloh ma, kebahagiaanmu menjadi kebahagiaan kita semua.
3 tahun berjalan berlari bahkan merangkak bersamamu itu merupakan hal terindah bagiku mungkin waktu itu tak cukup untuk ku, namun setidaknya kita pernah bertemu dan kau menggoreskan sejuta warna untukku dan mereka. Bisa dikatakan kita mungkin menjadi angkatan paling manja saat ada disampingmu, entah apa yang membuat hal itu terjadi tapi kau selalu menjadi orang pertama yang mengerti apa yang kami rasa, apa yang kami mau, dan apa yang kami butuh, kau selalu setia mendengarkan ocehan-ocehan kami yang mungkin itu tak terlalu penting bagimu, engkau selalu menjadi orang yang paling sabar dalam menghadapi tingkah kami yang kadang “gila”, yang kadang tak banyak orang mengerti tentang hal itu, engkau yang ku dan kami kenal sebagai sosok tangguh kini takkan sendiri lagi.
Beruntunglah orang yang menjadi ayah dari anak-anakmu ma, semoga saja dengan perbedaan status yang akan kau jalani nanti tak menjadikan sesuatu yang berbeda antara kau dan kami. Sayang sekali jika warna itu hilang seketika begitu saja, karna kini saat rindu menjadi pemicu qalbu hanya harap yang hadir agar Dia selalu menjaga cinta kita dalam lingkaran penuh keberkahan ini. Ya, kadang aku sakit ketika mengingat mimpiku untuk membumikan GEMA dikota istimewa ini, karna sampai hari ini aku belum melakukan apapun untuk itu. Aku salah persepsi ternyata, dulu aku kira disini ku mulai pijakkan langkah baru untuk mimpi baruku namun ternyata ku bukan berpijak dilangkah yang baru tapi meneruskan langkah kaki yang lalu. Sehingga kadangkala ku berfikir ambigu tentang semua amanah ku, curcol lagii. Heee... teu nanaon nya ma, karna ketika nostalgia rasanya surat ini takkan selsai dengan 1000 lembar saking terlalu banyak kisah yang ada dalam perjalanan kita, sing bahagia!! Kan bahagiamu bahagiaku.. ^_^
Pernikahan adalah hal yang sakral, namun katanya didalamnya penuh kebahagiaan. Suka pun duka itu adalah bahagia yang tercipta untuk menyempurnakan rasa setiap manusia. Nikmati setiap ritme kebahagiaanmu, karena kelak kau akan mengerti arti kebahagiaan itu setelah rasa bahagia itu pergi. Seperti arti bahagia yang ku mengerti saat ini, saat kita sudah tak ditempat dan ruang perjuangan yang sama lagi meskipun ku tahu yg berbeda hanya geografisnya saja, tidak dengan paradigma dan ritme perjuangan kita.. namun sekali lagi, rindu ini selalu menyesakkan...
Tetaplah menjadi emak dan ummi kami meski nanti kau akan lebih banyak memiliki generasi terbaik yang lebih dari kami, namun setidaknya kau sudah memberi warna pada hidup kami, dan aku tak ingin warna itu pudar begitu saja..
Tetaplah jadi emak terbaik ku dan kita semua...^_^
Ana uhibbuki fillah, ummii...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar