Label

Selasa, 19 Januari 2016

Dudududuuu...

140815
Sudah lama sekali jemari ini tak lagi menyapa robot-robot antik didalam tubuh susi sehingga semuanya terasa kaku. Padahal selama vakum nongkrong didepan monitor ini sangant banyak kisah yang tak tertuangkan dengan tinta. Ya, lagi dan lagi setan malas itu menggerogoti setiap pikiran sehingga menulerkan rasa enggan terhadap jemari yang mengeras ini.
Tahun  ini akan menjadi tahun penataan dan tahunnya move on bagi diri ini, karena banyak hal yang berubah dan berbeda dalam kehidupan kini. Ya kurang lebih nano-nano itu akan semakin berasa mungkin, karena aku tak ingin lagi mati rasa melainkan ingin menikmati setiap rasa yang aku lewati.
Entah harus memulai dari sebelah mana kisah yang tak karuan ini, namun banyak yang harus diperbaki sebelum kaki ini melangkah kembali ke kota perjuangan itu, katanya.
Mulai refresh niat kembali untuk mengatur ritme dalam setiap langkah yang akan ditapaki nanti. Tak boleh lagi jatuh ke lubang yang sama setelah merasakan bagaimana sakitnya masuk jurang, memulai kembali menumbuhkan rasa ikhlas dalam setiap apa yang akan dijalani.
Kurang lebih 2 tahun ini aku terkapar di perantauan yang katanya istimewa ini, namun aku masih berasa terbang ke awan,
Tingggiiiiiii, dan tetiba jatuuhhhh..
Bruukkkkkk..
Aku tak mampu banyak melakukan sesuatu apapun selama 2 tahun ini. Jatuh bangun tapi dalam tahap bawah.
Entah harus kemana lagi aku mencari diriku, selama 2 tahun ini diriku menghilang tanpa tau kenapa aku yang dulu pergi.
Aku yang selalu penuh harapan, selalu penuh mimpi, jarang sekali kehilangan motivasi, jarang sekali mengeluh sakit, jarang sekali meminta rukhsah, enggan untuk mengambil jatah futur nya, dan bahkan tak kuasa untuk berhenti sejenak pun untuk terus menyusuri jalan yang sama-sama kita pilih ini.
Namun kini??
Semuanya hilang..
Entah kemana dia, aku yang selalu dan selaluuu
Kini bahkan aku hanya menemukan seonggok daging yang aku sendiri sulit untuk mengenalinya, dan kadang merasa kehilangan sesuatu atas apa yang pernah dimilikinya.
Inilah saatnya untuk kembali hijrah, menata ulang semua tingkah yang ada.
Inilah masanya untuk menjadi aku yang dulu, dengan semua ceria yang selalu tersurat.
Maaf atas segala kecewa mah, pak, teh.
Maaf semua..
Aku ingin mencoba lagi.
Mungkin salah satunya karena hubunganku denganMu tak baik-baik saja, ampuni..                 
Ku mencoba memulai lagi, mohon ridhoi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar