140815
Sudah lama sekali jemari
ini tak lagi menyapa robot-robot antik didalam tubuh susi sehingga semuanya
terasa kaku. Padahal selama vakum nongkrong didepan monitor ini sangant banyak
kisah yang tak tertuangkan dengan tinta. Ya, lagi dan lagi setan malas itu menggerogoti
setiap pikiran sehingga menulerkan rasa enggan terhadap jemari yang mengeras
ini.
Tahun ini akan menjadi tahun penataan dan tahunnya
move on bagi diri ini, karena banyak hal yang berubah dan berbeda dalam
kehidupan kini. Ya kurang lebih nano-nano itu akan semakin berasa mungkin,
karena aku tak ingin lagi mati rasa melainkan ingin menikmati setiap rasa yang
aku lewati.
Entah harus memulai dari
sebelah mana kisah yang tak karuan ini, namun banyak yang harus diperbaki
sebelum kaki ini melangkah kembali ke kota perjuangan itu, katanya.
Mulai refresh niat kembali
untuk mengatur ritme dalam setiap langkah yang akan ditapaki nanti. Tak boleh
lagi jatuh ke lubang yang sama setelah merasakan bagaimana sakitnya masuk
jurang, memulai kembali menumbuhkan rasa ikhlas dalam setiap apa yang akan dijalani.
Kurang lebih 2 tahun ini
aku terkapar di perantauan yang katanya istimewa ini, namun aku masih berasa
terbang ke awan,
Tingggiiiiiii, dan tetiba
jatuuhhhh..
Bruukkkkkk..
Aku tak mampu banyak
melakukan sesuatu apapun selama 2 tahun ini. Jatuh bangun tapi dalam tahap
bawah.
Entah harus kemana lagi aku
mencari diriku, selama 2 tahun ini diriku menghilang tanpa tau kenapa aku yang
dulu pergi.
Aku yang selalu penuh
harapan, selalu penuh mimpi, jarang sekali kehilangan motivasi, jarang sekali
mengeluh sakit, jarang sekali meminta rukhsah, enggan untuk mengambil jatah
futur nya, dan bahkan tak kuasa untuk berhenti sejenak pun untuk terus
menyusuri jalan yang sama-sama kita pilih ini.
Namun kini??
Semuanya hilang..
Entah kemana dia, aku yang
selalu dan selaluuu
Kini bahkan aku hanya
menemukan seonggok daging yang aku sendiri sulit untuk mengenalinya, dan kadang
merasa kehilangan sesuatu atas apa yang pernah dimilikinya.
Inilah saatnya untuk
kembali hijrah, menata ulang semua tingkah yang ada.
Inilah masanya untuk
menjadi aku yang dulu, dengan semua ceria yang selalu tersurat.
Maaf atas segala kecewa
mah, pak, teh.
Maaf semua..
Aku ingin mencoba lagi.
Mungkin
salah satunya karena hubunganku denganMu tak baik-baik saja, ampuni..
Ku mencoba memulai lagi,
mohon ridhoi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar