Ia mempertemukanku denganmu dalam kelu
Tanpa tuan bahkan kata sapaan
Dari ujung jendela ada bisik angin yang rentan
Memintaku untuk mundur perlahan
Aku sempat heran
Kau datang tanpa tuan
Memberi bimbang dan sejuta kekhawatiran
Kusemogakan kau segera berkenan
Membuka kembali sempat dan harapan
Bukan untukku
Namun ia yang lama termangu menantimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar