Label

Kamis, 22 Februari 2018

Menjadi Bunda


Menjadi Bunda..
Adalah penjelajahan pemula yang berangkat dari sebuah keterpaksaan, berkecimpung dalam masa tak sebentar untuk memilih jalan. Antara pertentangan dan sebuah penerimaan, terjebak semakin dalam sehingga pelupuk tak henti mencari aliran sungai kecil.
Adalah menjadi orang serba bisa, hal pertama yang harus dikuasai adalah bisa menerima atas ketetapan yang ada didepan mata, termasuk menjadi bunda itu sendiri.
Adalah dimana harus tau dan paham segala kebutuhan dan keinginan anak-anaknya, hingga dengan mudah dapat memadukan rasa dan warna.
Adalah dimana mata terjaga berkata iya, meski raga mengeluh diam.
Adalah dimana aku harus menjadi tau tentang segala hal, bahkan sesuatu yang sangat menakutkan bagi diri.
Adalah melepaskan identitas sebelumnya, apapun itu. Karena nurani tak ingin menyakiti lensa yang lain maka sejenak lepas identitas awalmu tanpa harus melupakannya.
Adalah saat kondisi menjadi buntu dan aku harus tetap ada. Dengan segala keterbatasanku, aku siap dan harus bisa dengan segala kondisi..
Adalah menjadi yang paling tahu dengan segala bentuk penyakit dan harus mencoba mencari penawarnya dengan segera..
Adalah mendengar segala ekspresi. Tangis, tawa, tegang, canggung, semua rasa akan bertarung dalam semua ruang. Dan tiada pilihan lain, selain bertahan dan mencoba tegar.
Adalah menjadi seseorang yang siaga paling depan ataupun belakang, memastikan semua anak-anaknya sampai tujuan seperti yang diharapkan.

Menjadi Bunda..
Adalah menjadi pencemburu. Ya, cemburu saat melihat anak-anaknya lebih nyaman berbagi dengan yang lain, lebih asyik bercerita dengan yang lain. Itu hanya rasa tanda cinta, karena menjadi pencemburu pun bukan berarti menutup pintu untuk yang lain. Sebab kebutuhan dan kebahagiaan anak tetap menjadi yang utama.
Adalah menjadi orang paling rempong saat mendengar sesuatu terjadi pada anak. Sekalipun bunda belum dapat solusi, namun ia harus menjadi garda terdepan memberikan ketenangan bagi anaknya.
Adalah menjadi orang paling khawatir. Kekhawatiran yang kadang tiada berlandas pun selalu berkeliaran tanpa mengenal tuan. Khawatir saat harus meninggalkan anaknya dengan waktu agak lama, sekalipun itu tak diinginkannya.
Adalah menjadi orang paling punya. Sebab, harus selalu ada saat anak meminta sesuatu apapun dari kita. Maafkan daris, mba belum bisa bantu bayarin.
Adalah akumenjadi yang lain dalam masa-masa tertentu. Tak mampu memberi lebih, namun mencoba memberi apa yang kita punya.
Adalah bersembunyi dibalik topeng yang tebal,
Adalah bersiap untuk berada diruang sepi, ketika anak-anak harus terus bahagia. UG AH.
Adalah menikmati kebahagiaan dibalik huruf-huruf yang semakin mendekat dan membunuh..
Adalah menjadi sangat penakut. Takut akan hal apapun yang tengah dialami dan dirasakan oleh anak-anakku.

Menjadi Bunda..
Adalah menjadi seseorang yang sangat cengeng. Aku sangat mudah menangis saat anakku tidak sedang baik-baik saja, adik, kau kenapa? Namun lagi-lagi aku akan berhenti menjadi reporter.
Adalah menjadi seseorang yang sangat penakut. Aku selalu takut akan sesuatu apapun yang terjadi pada anak-anak dan (lagi) aku tidak mengetahuinya.
Adalah menjadi seseorang yang penuh kekhawatiran. Saat anaknya tidak menemui kondisi yang tidak ideal, maka aku akan sangat tersiksa dengan penuh kekhawatiran. Maafkan perjalanan Banjarnegara kemarin yaa...
Adalah menjadi seseorang yang memiliki stok kepercayaan yang tiada batas. Bagaimana menyeimbangkan kekhawatiran dengan rasa percaya yang diberikan bunda pada anak, itulah yang membuat seorang bunda dilematis. Mulai detik ini aku (sangat) percaya nak, nitip 3 peperangan kita esok yaa.
Adalah menjadi seseorang dengan penuh rasa bersalah. Rasa itu tidak pernah enyah dari diri bunda, sebab jika sebagian nafasnya terluka karena apapun itu tetaplah aku yang menjadi garda depan atas luka itu.
Adalah meluangkan selruh waktu untuk proses pertumbuhan semua anak-anak kita. Hingga kita bisa menjadi tempat pertama bagi mereka kala suka dan dukaa.
Adalah bersiap menjadi tong sampah yang siap menampung meski sudah penuh, atau menjadi tukang sampah yang membersihkan sekeliling rumah..
Adalah menjadi yang memiliki banyak kacamata, bukan untuk bermain mata melainkan menjaga mata-mata tajam agar tetap terjaga..
Adalah hal yang tidak terprediksikan. Sebab semua kondisi bisa jadi datang dalam satu waktu.

Menjadi Bunda..
Adalah berjuang melawan ego sendiri, sebab kadangkala tak sering menjadi aku yang sesunguhnya. Selalu saja menjadi aku yang dibutuhkan banyak orang, tapi itulah yang membuat kita bahagia.
Adalah belajar menjadi timbangan. Mengukur dengan cermat segala hal yang harus dipikirkan, dan diseimbangkan antara yang satu dengan yang lainnya.
Adalah siap menjadi umpan, sebab kita akan menuai hasil panen yang banyak untuk dinikmati.
Adalah harus selalu menjadi teladan seperti yang diinginkan.
Adalah memberi makna tanpa diminta. Tersebab perjalanan yang melenakan dan melelahkan maka bertahanlah.
Adalah belajar sabar sepanjang masa.
Adalah belajar memberi ruang.
Adalah berteriak memohonkan yang terbaik untuk setiap anak.
Adalah hal melelahkan yang kadangkala hanya membuatmu terdiam, merenung, menangis, lalu tersenyum tak percaya.
Adalah menjemput kesiapan-kesiapan yang menjauh.
Adalah membisu dalam kondisi ramai.
Adalah mencari jalan. Jalan mana yang akan membelajarkan anak secara efektif, menumbuhkan mereka dengan apa yang sudah mereka miliki.
Adalah menjeda intonasi. Bersembunyi di forum bukan solusi, sebab apa yang dia kata akan berimbas kepada semua anaknya. Maafkan teteh Nu, karcis dan samurai.

Menjadi Bunda..
Adalah menjaga ritme. Tarik ulur yang dilakukan kepada sang anak harus seimbang, agar tidak sampai jatuh dan/atau terlalu tinggi.
Adalah menjadi kurir. Berbagi, menunggu, mencari, berbicara kesana kemari, sedikit aneh namun ikhlas dan ridho harus selalu dalam genggaman.
Adalah menjadi subjek dan objek.
Adalah memiliki cermin yang besar, untuk mengevaluasi segala tutur dan tindak dalam keseharian.
Adalah menjadi pemilik kantong sabar yang besar, untuk segala hal.
Adalah kurir undangan tak berbayar, yang semoga menyampaikan pesanNya dengan khidmat.
Adalah mengelabui kondisi. Menyulam setiap simpul (harus) menjadi bahagia.
Adalah menyembungikan rasa, menerangkan gulita.
Adalah pemikul sampah yang harus didaur ulang menjadi benda yang lebih bermanfaat serta membberi bahagia.
Adalah menjadi penimbun banyak rasa.
Adalah membuka pintu lebih sering dari biasanya.
Adalah belajar tentang kelapangan yang seutuhnya.
Adalah mengumpulkan kekuatan super.
Adalah bersahabat dengan rasa gagal dan rasa bersalah, atas segala sesuatu tentangmu.
Adalah menjadi penuh ketakutan, takut gelagapan menemui masalah yang ada padamu.

Menjadi Bunda..
Adalah menjadi selalu siaga dalam tidur ataupun bangunnnya kita.
Adalah selalu menh-on-kan sepuluh jari yang kita punya, sebab lewat itulah pesan-pesan sampai pada mereka.
Adalah pemilik kaki yang kokoh. Berjalan kesana kemari tak karuan, mencari yang harus dipenuhi keluarga.
Adalah belajar menjadi partner yang baik, harus selalu belajar mengerti. Dalam kondisi apapun itu.


Daba jbjdbjhskhbhjdjbbhbb dhehbbdhbhsvcvshdvhbcvsmbhdksosbhbdbxnbxbjhhbhfghfjhgdhdgfh
Nnjdbjdjdgncbhg7tdrdddcgycuhfcvc fxzd  gtfcbcctxchdhvcsgcfecdfcgdhvdg bcbhhj phuvgcvfscgvihbvbmvbcjvjbdchnnvhjxbcnc njghcnv  (saya tidak ingin menghapus coretan ini. Ini adalah coretan keresahan pertama saat saya menjadi bunda, di ruang multazam pada malam itu)

Kisah  klasik 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar