Kau sedang berkelana kemana?
Hingga bukan hal yang mudah menemuimu dalam hitung detik dan waktu.
Entah, membuang candu ini bagaimana, tersebab kau.
Aku tak menemuimu lagi dalam baris-baris sajak yang sama sama kita cipta untuk kenang masa depan.
Aku enggan berujar rindu, aku takut.
Aku takkan mencarimu, sebab aku khawatir.
Aku tak mungkin mengejarmu, sebab aku kalut.
Aku tengah bergulat dengan bayangku, sebab kau..
Kau tengah menyiksa berapa ribu jiwa?
Melempar api dan kemudian bersembunyi.
Menanam padi dan kemudian menjadi hama.
Menyiram tanam dan tetiba menjadi topan.
Memberi makna dan meninggalkan luka..
Sebab apa kau demikian jika yang kau simpan adalah duka
Hingga bukan hal yang mudah menemuimu dalam hitung detik dan waktu.
Entah, membuang candu ini bagaimana, tersebab kau.
Aku tak menemuimu lagi dalam baris-baris sajak yang sama sama kita cipta untuk kenang masa depan.
Aku enggan berujar rindu, aku takut.
Aku takkan mencarimu, sebab aku khawatir.
Aku tak mungkin mengejarmu, sebab aku kalut.
Aku tengah bergulat dengan bayangku, sebab kau..
Kau tengah menyiksa berapa ribu jiwa?
Melempar api dan kemudian bersembunyi.
Menanam padi dan kemudian menjadi hama.
Menyiram tanam dan tetiba menjadi topan.
Memberi makna dan meninggalkan luka..
Sebab apa kau demikian jika yang kau simpan adalah duka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar