Banyak cerita yang tak pernah kusampaikan padamu, padahal aku
paham bahwa kau sangat ingin mendengar kabarku. Namun aku terperangkap dalam
dunia yang rumit seperti ini, yang memisahkanku dari tinta pun menjauhkanku
dari cerita. Bukan salah dunia yang memintaku, tapi karen aku yang tak mampu
mengelola dunia yang kini hadir kepadaku. Kadang aku pun tersipu malu dengan
semua yang terjadi atas diri saat ini, tak jarang rasa jenuh itu selalu
menggodaku untuk pindah ke dunia lain namun inilah jalanku yang tak bisa
dinegosiasi lagi. saatnya aku yang mesti bernegosiasi dengan diriku sendiri.
Aku ingin sekali mengambil cinta dari berbagai arah, namun
inilah tempat pertama dimana aku menemukannya. Maka aku harus mencoba bertahan
dengan luka separah apapun yang menusuk diri ini.
Malam ini kembali ku diingatkan tentang hakikat sabar dan
syukur, selalu saja kedua hal tersebut menjadi bagian dari sekian banyak alasan
yang menjaga keberadaanku disini.
Kadang kita harus banyak melihat alam sekitar kita agar kita
paham bahwa kita adalah orang yang sangat beruntung atas apa yang kita
dapatkan.
Dan kadang kita pun harus banyak mendengar, agar kita mengerti
betapa Allah sangat menyayangi kita dengan segala potensi yang dapat kita
manfaatkan untuk kebaikan yang dapat kita salurkan.
Ahh, semuanya melebar kemana-mana. Yang awalnya aku hanya
ingin menyampaikan atas kebahagiaanku atas segala macam rasa yang ada
didalamnya.
Jogja salah satu kota impianku sejak dulu, yang kadang aku
melupakan bahwa kini aku tengah bersamanya. Maka tiada sesuatu alasan apapun
untukku tidak menikmatinya.
Hal yang membuat hidup ini semerawut salah satunya adalah saat
apa-apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan,
Allah, terima kasih atas satu hari ini.
Aku belajar banyak tentang mencintai, dan merefleksikan diri
atas apa-apa yang aku mau dan telah Kau beri namun aku masih belum bisa untuk
menikmati.
Allah, mohon ampunkan segala kemunafikanku atas diri ini..
Tiada hari tanpa sebuah pelajaran.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar