Label

Rabu, 16 Agustus 2017

Belajar

Aku ingin berkabar padamu, tentang sesuatu yang membuatku seperti menjadi debu
Tentang banyak hal dalam proses kehidupan ini
Masa 2 dekade menjadi masa yang menghantui banyak hati
Termasuk aku kah didalamnya? Maaf, aku tidak bisa menjawabnya.
Tentang rasa, masih saja mantul.


Aku tak mengerti bagaimana cara diri memaknai kehadiran yang lain, sebab aku sudah terbiasa seperti ini. Diri tak mudah membuka hati, untuk sesiapapun. Sebab pikiran yang tak mumpuni sudah terkelabui oleh hembusan abu yang mengotori.


Dear, kau harus tau. Ditengah perjalanan proses ini rasa takut itu bukan malah hilang namun semakin menebal, kusemogakan tidak menjadi peluang syetan. Kau pun sudah tau jika kini catatan harianku yang bernama skripsweet, menu makanannya adalah feminisme, analisis gender, transformasi sosial, budaya patriarki, dkk. Dalam pikiranku pun terlintas, jika aku bukan muslimah dan menikah bukanlah salah satu bentuk abdiku pada Tuhanku, maka aku akan sangat bahagia tidak harus melalui hal tersebut.
Tak ada suatu apapun yang terlewatkan tanpa kuhadirkan dalam pengaduanku padaNya, namun jawaban yang Dia berikan semakin membuatku ciut. Akan tetapi konsekuensi dari mencintai adalah taat, maka aku takkan mengingkari jawaban yang telah kuminta padaNya. Selain itu, sebelum menjumpai ridhomu maka kini aku pada ridho lelaki pertamaku. Aku percayakan padanya, karena esok kelak kaulah yang akan menggantikannya atas tanggung jawab yang ia miliki.


Dear, tolong jangan terlalu cepat menemuiku. aku takut.
Jangankan untuk mencintaimu, untuk mengagumi seseorangpun aku sangat sulit dan butuh energi banyak untuk sabar. Namun jangan khawatir, aku sedang belajar. Dimulai dari belajar menghargai (terutama pada laki-laki), sebab lelaki pertamaku selalu mengajari itu. Jadi kumohonkan kepadamu kesabaran yang dalam, jika aku membutuhkan waktu lama untuk mencintaimu. ^_^

Ini tentang abdi yang  panjang, maka untuk melaluinya butuh nafas yang panjang pula.
Aku sedang belajar mencintai, doakan.
Aku sedang belajar mengagumi.
sekalipun bukan kau, aku patuh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar