Label

Selasa, 19 Januari 2016

Hilang


Gelap semakin menjelma

Oh kapal, sudahkah kau berhenti disini?

Di keramaian yang penuh sepi

Mengelabui daun yang rapuh

Hingga pohon tak berlutut lagi pada angin

Akankah kau menciptakan semesta berabu

Atau hujan tanpa suara?



Aku ingin mencengkrama jagad raya penuh nista

Hingga tak ada keluh yang tak terjaga

Mati pun tiada resah diujung dunia

Oh kawanku, sampai kapan ini?

Apakah kita menanti mentari pergi?

Ataukah sampai daun kering itu habis..



Mungkin tanah takkan menerima

Dan langit pun murka dengan semua nestapa

Tak ada jiwa dalam setiap sepi

Tiada luka yang mampu terobati

Hanya dua mata yang dibanjiri mutiara ambisi



Daun pun hilang tanpa permisi

Tak kembali dalam denyut nadi sang priyayi

Bumi bungkam tak ingin mendengar lagi

Langit pun menjerit tiada bertepi

Aku disini, setia padamu

Aku disini, setia menanti

Kau hilang tanpa ajarkanku apa makna diri tanpa bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar