Gelap semakin menjelma
Oh kapal, sudahkah kau
berhenti disini?
Di keramaian yang penuh
sepi
Mengelabui daun yang
rapuh
Hingga pohon tak
berlutut lagi pada angin
Akankah kau menciptakan
semesta berabu
Atau hujan tanpa suara?
Aku ingin mencengkrama
jagad raya penuh nista
Hingga tak ada keluh
yang tak terjaga
Mati pun tiada resah
diujung dunia
Oh kawanku, sampai
kapan ini?
Apakah kita menanti
mentari pergi?
Ataukah sampai daun
kering itu habis..
Mungkin tanah takkan
menerima
Dan langit pun murka
dengan semua nestapa
Tak ada jiwa dalam
setiap sepi
Tiada luka yang mampu
terobati
Hanya dua mata yang
dibanjiri mutiara ambisi
Daun pun hilang tanpa
permisi
Tak kembali dalam
denyut nadi sang priyayi
Bumi bungkam tak ingin
mendengar lagi
Langit pun menjerit
tiada bertepi
Aku disini, setia
padamu
Aku disini, setia
menanti
Kau hilang tanpa
ajarkanku apa makna diri tanpa bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar