1 hal yang dapat ku ingat dimalam ini ditengah
keriuhan yang tak karuan, bahwa pada tanggal yang sama dengan hari ini tepat
satu tahun yang lalu ada tangisan yang memilukan. Tangisan yang memulai tentang
sebuah kerinduan. Iya, waktu itu kalian ada disampingku saat ku pergi ke “kota
rasa” ini.
Satu persatu
menyampaikan pesan dengan penuh perhatian, aku ingat jelas hal itu.
Dan pesan-pesan
yang disampaikan secara lisan ataupun pesan singkat itu masih tertata rapi
disampingku saat ini, sebagai pengingat disaatku lupa dan futur.
Aku tak
lupa tentang “anak macan” itu ahen, aku juga tak lupa tentang dzikrul maut yang
kau katakan mam, dan perkataanmu ma “hayu saling menguatkan”, aku juga tak lupa
tentang cerita lebah dan cacing itu bu, juga lirik aisiteru yang kau rubah
kata-katanya yg akhirnya tentang Robitoh itu kes, tentang spongebob yang sering
kau julukan untukku teh rin, juga engkau cudin yg mengatakan tentang selesai
faham yang sering kita lalui dan pesanmu “ulah hese emam, sing tenang”,
Dan pesan-pesanmu
yg tak bisa kutulis satu persatu, namun ada dicatatan dinding yang selalu
menjadi alarm ini. Mungkin aku belum mampu menjalani semua pesanmu, namun aku
masih berusaha untuk menjaga serta menunaikan hal tersebut.
Mari saling
mengingatkan, menguatkan dan “saling” segalanyaa..
Jazakumullah
ahsan jaza..
Udah 1
tahun tepat ya, udah dapat apa aja yaa?
*plaakkk
Di satu tahun
ini aku juga tak lupa pesanmu, “Tak peduli apa yang menjadi rintangan, karena
azzam ii sudah melekat kuat dalam diri. Titip teteh untuk teh Nden, ketika
kejenuhan itu mulai hinggap dalam diri, ingat akan harapan yang telah
dititipkan banyak orang buat kita. Kita hadapi bersama badai gelombang yang
akan menghalau. Jangan sampai mimpi kita bersebrangan. Jadikan keluarga kecil ini
menjadi keluarga idaman dan keluarga yang disayang Allah”..
Pesanmu 1
tahun yang lalu, menjadi pengingatku, pun dirimu..
Nantikan
mawar hijauku untukmu..
#SemangatNyekriipp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar