Aku tak
mengerti dengan pemkiranmu, engkau selalu sok kuat bahkan di tengah sakitmu
sekalipun. Kau tak pernah tau bahwa sakitmu itu menyakitiku bukan dirimu.
Sejuta manusia sangat menyayangimu namun mengapa kau lebih memilih mencintai
orang lain dan menomer terakhirkan dirimu sendiri, dan kau fikir itu adalah
yang terbaik untuk menyayangi semua yang menyayangimu.
Ah,
sungguh kau terlalu egois pak..
Kau hanya
memikirkan istri dan anakmu tanpa memikirkan dirimu sendiri, padahal kau lebih
membutuhkan apa yang di butuhkan oleh mereka. Kau harus lebih sehat, bukan
selalu kau yang harus menjaga semuanya tanpa dirimu menjaga dirimu sendiri.
Ah,
sungguh kau terlalu ngeyel pak..
Selalu
tak mau memperhatikan dirimu hanya untuk memerhatikan keluargamu, padahal
kadang mereka tak selalu melakukan apa yang kau mau.
Mengapa
bapak ngeyel?
Mengapa
bapak egois?
Mengapa
bapak sangat hebat?
Mengapa
bapak sangat kuat?
Mengapa
bapak tak pernah mengeluh?
Mengapa
bapak memiliki cadangan kasih sayang yang sangat banyak?
Mengapa
bapak selalu mengerti apa yang kita mau?
Mengapa
bapak selalu bijak saat mendengar keluhan anak-anaknya yang bawel?
Mengapa
bapak tak pernah bosan mengingatkan kita?
Mengapa
bapak selalu memberikan yang terbaik?
Mengapa
kau selalu sabar pak?
Mengapa
keegoisanmu selalu membuatku malu pak?
Mengapa
mengapa dan mengapa......
Karena
bapak adalah inspirator terbaik untukku dan mungkin semua anak di dunia ini.
Aku
belajar ngeyel dari bapak, yang tak pernah mau kalah dalam hal apapun dengan
semua rasionalisasi yang dimilikinya atau bahkan kadang dibuat-buat olehnya
untuk mendapatkan kata ‘ya’.
Aku juga
belajar kuat darinya, tak pernah mengeluhkan apa yang dia rasakan bahkan dalam
sakitnya sekalipun. Ia selalu melakukan segala hal yang tak perbah di lakukan
banyak orang, kau sangat kuat pak dan aku belajar banyak tentang hal itu
darimu.
Hanya
ingin memberikan kebahagiaan untuk orang yang ia sayang tanpa memikirkan
tentang kebahagiaanya, itulah keegoisaanya.
Kau
adalah bapak terhebat yang selalu setia dengan segala yang kau berikan, aku
bangga padamu pak. Kau selalu membuatku malu atas segalanya..
Aku juga
belajar banyak tentang kesabaran darimu, kau sangat sabar dalam menghadapi
jungkir balik dunia ini. Namun sedikit pun kau tak pernah mengeluhkan tapi
justru memberikan kita makna tentang sebah kesyukuran dalam setiap episode
kehidupan.
Masih banyak
tanya yang kadang kita tak bisa jawab sendiri, hanya bapak yang mengerti..
Kadang
aku bingung tentang apa yang harus ku beri dan ku lakukan untuk bapak.
Keegoisannya,
kehebatannya, kekuatannnya, kesabarannya, segalanyaa, bapak selalu berhasil
membuatku malu dan kaku.
Ucap
syukurku kepadaNya yang telah memberikan kedua malaikat terbaik di dunia ini.
Semoga
Dia senantiasa melimpahkan Cinta atas segala Cinta untuk Bapak, Mamah, dan
keluarga kecil ini.
Sakitmu
adalah sakitku..
Aku kan
selalu baik-baik saja, ku harap kau pun selalu begitu.
Karena
tak selamanya pengobat rindu itu dengan bertemu, maka hanya teriring doa
untukmu. Kau selalu hadir dalam robithoh ku, semoga kau pun begitu..
Syafakalloh pak, mulailah pikirkan dirimu sejak saat ini karena kami pun selalu memikirkanmu.
Syafakalloh pak, mulailah pikirkan dirimu sejak saat ini karena kami pun selalu memikirkanmu.
Karena
bapak adalah adalah bapak yang kuat, karena bapak adalah lelaki yang hebat yang
pernah ku kenal, karena bapak lelaki yang selalu peka.
Jadikan
robithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspresi rindu..
Na sayang
bapak, lillah..
Semoga
keluarga ini abadi hingga keabadian suci nanti..
Jangan
lupa 3 kata, Papa ku Keren Sekali..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar