Label

Senin, 31 Maret 2014

Ayah, Mengapa kau egois???




Aku tak mengerti dengan pemkiranmu, engkau selalu sok kuat bahkan di tengah sakitmu sekalipun. Kau tak pernah tau bahwa sakitmu itu menyakitiku bukan dirimu. Sejuta manusia sangat menyayangimu namun mengapa kau lebih memilih mencintai orang lain dan menomer terakhirkan dirimu sendiri, dan kau fikir itu adalah yang terbaik untuk menyayangi semua yang menyayangimu.
Ah, sungguh kau terlalu egois pak..
Kau hanya memikirkan istri dan anakmu tanpa memikirkan dirimu sendiri, padahal kau lebih membutuhkan apa yang di butuhkan oleh mereka. Kau harus lebih sehat, bukan selalu kau yang harus menjaga semuanya tanpa dirimu menjaga dirimu sendiri.
Ah, sungguh kau terlalu ngeyel pak..
Selalu tak mau memperhatikan dirimu hanya untuk memerhatikan keluargamu, padahal kadang mereka tak selalu melakukan apa yang kau mau.
Mengapa bapak ngeyel?
Mengapa bapak egois?
Mengapa bapak sangat hebat?
Mengapa bapak sangat kuat?
Mengapa bapak tak pernah mengeluh?
Mengapa bapak memiliki cadangan kasih sayang yang sangat banyak?
Mengapa bapak selalu mengerti  apa yang kita mau?
Mengapa bapak selalu bijak saat mendengar keluhan anak-anaknya yang bawel?
Mengapa bapak tak pernah bosan mengingatkan kita?
Mengapa bapak selalu memberikan yang terbaik?
Mengapa kau selalu sabar pak?
Mengapa keegoisanmu selalu membuatku malu pak?
Mengapa mengapa dan mengapa......
Karena bapak adalah inspirator terbaik untukku dan mungkin semua anak di dunia ini.
Aku belajar ngeyel dari bapak, yang tak pernah mau kalah dalam hal apapun dengan semua rasionalisasi yang dimilikinya atau bahkan kadang dibuat-buat olehnya untuk mendapatkan kata ‘ya’.
Aku juga belajar kuat darinya, tak pernah mengeluhkan apa yang dia rasakan bahkan dalam sakitnya sekalipun. Ia selalu melakukan segala hal yang tak perbah di lakukan banyak orang, kau sangat kuat pak dan aku belajar banyak tentang hal itu darimu.
Hanya ingin memberikan kebahagiaan untuk orang yang ia sayang tanpa memikirkan tentang kebahagiaanya, itulah keegoisaanya.
Kau adalah bapak terhebat yang selalu setia dengan segala yang kau berikan, aku bangga padamu pak. Kau selalu membuatku malu atas segalanya..
Aku juga belajar banyak tentang kesabaran darimu, kau sangat sabar dalam menghadapi jungkir balik dunia ini. Namun sedikit pun kau tak pernah mengeluhkan tapi justru memberikan kita makna tentang sebah kesyukuran dalam setiap episode kehidupan.
Masih banyak tanya yang kadang kita tak bisa jawab sendiri, hanya bapak yang mengerti..
Kadang aku bingung tentang apa yang harus ku beri dan ku lakukan untuk bapak.
Keegoisannya, kehebatannya, kekuatannnya, kesabarannya, segalanyaa, bapak selalu berhasil membuatku malu dan kaku.
Ucap syukurku kepadaNya yang telah memberikan kedua malaikat terbaik di dunia ini.
Semoga Dia senantiasa melimpahkan Cinta atas segala Cinta untuk Bapak, Mamah, dan keluarga kecil ini.
Sakitmu adalah sakitku..
Aku kan selalu baik-baik saja, ku harap kau pun selalu begitu.
Karena tak selamanya pengobat rindu itu dengan bertemu, maka hanya teriring doa untukmu. Kau selalu hadir dalam robithoh ku, semoga kau pun begitu..
Syafakalloh pak, mulailah pikirkan dirimu sejak saat ini karena kami pun selalu memikirkanmu.
Karena bapak adalah adalah bapak yang kuat, karena bapak adalah lelaki yang hebat yang pernah ku kenal, karena bapak lelaki yang selalu peka.
Jadikan robithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspresi rindu..
Na sayang bapak, lillah..
Semoga keluarga ini abadi hingga keabadian suci nanti..
Jangan lupa 3 kata, Papa ku Keren Sekali..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar