Saat air tak lagi mengalir
Semua terpaku ambigu tiada berarah
Aku ingin tetap jadi aku meski lelah
Tak ingin siapapun tahu bahwa aku adalah aku
Karena aku tiada berarti tanpa Kasihku..
Namun cinta membawaku jauh berlari
Hingga tiba saatnya nanti..
Saat angin tak lagi menyejukkan
Semua kaku tanpa bayangan
Tak ada yang ragu atau gugur
Namun semua singsingkan lengan untuk
bertempur
Cinta berikan pesona indahnya untukku
berlari
Berlari mengarungi samudra luas ini
Namun aku tetaplah aku dalam gelap
sunyi ku
Saat pelangi tak lagi berwarna
Cahaya bergelombang tanpa terang
Aku terpatri dalam kegelapan tanpa
keramaian
Terseka diantara para bintang
Aku terbuai dengan irama cinta dan
sayang
Terbunuh dengan gelap yang berkepanjangan
Gulita menjadikanku seorang pecundang
bintang
Air diam itu membuatku kaku
Angin panas itu buatku berlari
Pelangi kelabu itu buatku tahu warna
indah dalam hidupku
Saat semua hilang seakan kelam
Rindu menjadi bakal cinta yang sempat
hilang
Bukan karna ku malu pada gelapnya
malam
Atau karnaku tak menyaksikan sang
surya di alam siang
Namun karena rindu merasuki diri
dalam kelam
Meminta hati untuk setia dalam diam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar